Dituduh PDI-P Tak Maksimal Bantu Ahok, Ketum Golkar Membantah

JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menepis anggapan soal partai-partai koalisi pengusung Ahok -Djarot yang dianggap tidak bekerja maksimal. Dia memastikan, Golkar dan parpol pengusung lainnya diluar PDI Perjuangan sudah berjuang keras untuk menjadikan Ahok-Djarot pemenang Pilkada DKI 2017 ini.

“Semuanya kita bekerja dengan keras saya rasa ya. Dan seluruh relawan partai Golkar ada di TPS-TPS. Apalagi untuk dua bulan kedepan. Kita sudah turun ke tempat-tempat yang kita perjuangkan,”  kata pria yang akrab disapa Setnov usai melantik DPP AMPI 2016-2021 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin 20 Februari 2017 malam.

Dia melanjutkan, saat ini pihaknya tengah bergerak melakukan pendekatan terhadap partai-partai politik pengusung pasangan Agus Yudhoyono untuk merapat dan memberikan dukungan nyata kepada pasangan Ahok-Dajrot dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

“Golkar terus mendekat ke parpol lain agar bisa merapat mendukung saudara Ahok,” tambah Setnov.

Dia pun berharap dengan komunikasi yang relatif sering disertai penjabaran misi atau pencapaian Ahok selama memimpin DKI, bisa dijadikan nilai jual untuk menggaet dukungan.

“Saya harus betul-betul fleksibel. Tentu harus betul-betul intens komunikasi pada partai-partai yang ingin melihat pemimpin berpengalaman. Hasil komunikasi ya menentukan. Seperti pak Djan faridz telpon ke saya. Ya saya terima kasih ya beliau sudah komitmen bersama kadernya untuk juga ikut lobi-lobi dengan partai lain,” beber dia sebagaimana dilaporkan Liputan6.com

Sebelumnya Ketua DPP PDIP Trimedya Pandjaitan menilai kinerja partai politik pendukung Ahok – Djarot di Pilkada DKI Jakarta 2017 tidak maksimal.

“Kami melihatnya seperti itu, kalau kita berpegangan pada pileg kita lihat 49 persen PDIP, Golkar dan Nasdem. Mungkin strateginya, kalau PDIP kan jelas kerja-kerja ke bawahnya,” ujar Trimedya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 18 Februari 2017.

Dia berharap, dalam putaran kedua nanti, semua parpol pendukung bisa bersinergi dan kerja lebih keras lagi agar dapat memenangkan jagoannya.

“Kita harapkan kepada Golkar ini, walaupun di akhir-akhir dia akhirnya kencang. Nah partai lain juga kita harapkan sama upayanya, kerja kerasnya. Kalau itu terjadi kita optimistis menang di putaran kedua,” harap Trimedya.

EDITOR : Yus Arza

 

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Form Konsultasi Hukum SERUJI

Untuk berkonsultasi dengan para pakar pengasuh rubrik "Konsultasi Hukum SERUJI" (KHS) silahkan isi form ini selengkap mungkin dan dengan data yang benar. Seluruh data kami jamin terjaga kerahasiaannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.