Dipertanyakan BPN Dana Beli Sabun Rp2 Miliar, Ngabalin: Itu Uang Pribadi Jokowi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi memborong 100 ribu botol sabun cuci piring senilai Rp2 miliar saat berkunjung ke Garut, Jawa Barat pada Sabtu (19/1) lalu. Hal itu menimbulkan polemik terkait sumber dana pembelian sabun yang demikian banyak.

Adalah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang mempertanyakan sumber dana untuk pembelian sabun cuci piring tersebut.

“Kami ingin mengetahui pembelian ini apakah dengan anggaran Negara atau uang pribadi pak Jokowi, Karena aksi beli ini terkesan pak Jokowi lagi berkampanye di Jabar,” ujar Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada media, Senin (21/1).

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP, Ali Mochtar Ngabalin memastikan bahwa dana yang digunakan Jokowi membeli sabun cuci tersebut adalah uang pribai.

“Insyaallah saya pastikan, itu pasti Presiden memiliki dana pribadi,” kata Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/1).

Baca juga: Presiden Borong Sabun Cuci Produksi Warga Garut Senilai Rp2 Miliar

Menurut Ngabalin, uang senilai Rp2 miliar yang dipersoalkan BPN Prabowo-Sandiaga itu hal yang wajar saja dari Presiden Jokowi. “Masa sih Presiden nggak punya uang sampai Rp2 miliar?” ujarnya.

Pria yang juga politisi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa maksud Jokowi membeli sabun tersebut adalah untuk memberi dorongan kepada pegiat UMKM di Kabupaten Garut.

“Itu dimaksudkan agar bisa memberikan dorongan kepada ibu-ibu yang tergabung dalam keluarga harapan yang ada di Kemensos. Karena ibu itu ternyata mendapat cara membuat sabun itu dari hasil browsing. Paten kan? Masa sih dengan cara begitu Presiden memberikan motivasi jualan kok ujungnya nyerang pribadi,” tukas Ngabalin. (Hrn)

21 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER