close

Dilaporkan Terkait Dugaan Mahar, Sandiaga Siap Diklarifikasi Bawaslu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Isu panas terkait dugaan adanya mahar politik senilai Rp1 triliun, yang dilakukan Sandiaga Uno untuk menjadi cawapres Prabowo Subianto, kini telah menggelinding ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Laporan ke Bawaslu terkait isu yang bermula dari cuitan Wasekjen Demokrat, Andi Arif di akun twitternya, dilakukan oleh Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin dan LSM Federasi Indonesia Bersatu.

Terkait hal tersebut, Sandiaga Uno menyatakan kesiapannya jika Bawaslu meminta klarifikasi atas tuduhan yang ia anggap tidak berdasar tersebut.

“Bukti otentiknya itu apa? Nanti akan dipelajari saja oleh teman tim hukum kita, kalau ada perlu klarifikasi nggak masalah,” kata Sandiaga kepada media di Jakarta, Rabu (15/8).


Ditegaskan oleh Sandiaga, bahwa ia telah berkali-kali membantah dan memberikan klarifikasi terkait tuduhan tersebut, namun jika Bawaslu ingin mendalami lewat klarifikasi, dirinya tidak keberatan.

“Tapi semua harus mengikuti proses hukum, dan saya juga berkedudukan sama di mata hukum, dan saya meyakini yang dituduhkan sangat tidak mendasar, dan sudah saya bantah berulang kali dan saya siap aja sih,” tegasnya. (ARif R/Hrn)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

2 KOMENTAR

  1. Jangan terpancing isu isu picisan.
    Pakai kacamata kuda…. koalisi Prabosandi (jangan pakai nama lain…. kerjalah… pembangunanlah dll, tetap PD pakai nama Capres/cawapres) fokuslah ke depan untuk menggotong Indonedia yang lebih naju, lebih kuat dan kembali kaya.
    Jadikan Indonesia lebih kuat dan bermartabat.

Comments are closed.

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Pemungutan Suara Ulang Berpotensi Terjadi di Sekitar 10 TPS Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya 10 Tempat Pemungutan Suara (TPS)...

Penghitungan dan Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Kota Medan Dimulai Hari Ini

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kota...

Tabrak Satu Mobil dan Empat Motor, Polisi Belum Tetapkan Denny Sebagai Tersangka

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Denny Supari (36), pelaku kecelakaan lalu...

Hingga Kini Tercatat Satu Distrik di Intan Jaya Yang Belum Lakukan Pemungutan Suara

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID - Ketua KPU Papua Theodorus Kossay mengakui, hingga...

KPUD Jakarta Percepat “Entri-Pindai” Data Form C1

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta...

Jelang UN SMP, Kemendikbud Minta Ujian Harus Mengutamakan Kejujuran

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP)...

TERPOPULER

Hitung Cepat: Prabowo Menang di 20 Provinsi Namun Kalah Nasional, Begini Perhitungannya

Namun, walau unggul di lebih banyak Provinsi, Prabowo-Sandi secara nasional hanya mampu kumpulkan 45,7 persen suara, masih kalah peroleh suara dari Jokowi-KH Ma’ruf yang unggul di 54,30 persen.

Hitung Cepat: Prabowo Unggul di 20 Provinsi, Jokowi di 14 Provinsi

Terlihat, pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga unggul di 20 provinsi di Indonesia. Sementara pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin hanya unggul di 14 provinsi yang ada di Indonesia.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Soal Sujud Syukur Prabowo, Begini Pendapat Ketua Bidang Hukum PP Muhammadiyah

Kata Busyro, sujud syukur menjadi tanpa dasar apabila ditujukan untuk merayakan kemenangan, sementara hasil resmi pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum diumumkan.