Diduga Terlibat Larang #2019GantiPresiden, Gerindra: Cara Kerja BIN Norak

2
234
  • 57
    Shares
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyoroti kerja aparat keamanan, khususnya Badan Intelejen Negara (BIN) yang diduga terlibat dalam pelarangan kedatangan aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman di Kota Pekanbaru pada Sabtu (25/8) yang lalu.

Diberitakan sebelumnya, lewat sebuah video, Sabtu (25/8) malam, Neno Warisman menyampaikan bahwa ia dipaksa pulang oleh oknum yang ia sebut sebagai Kabinda, yang dalam penelusuran SERUJI adalah istilah untuk Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda). Kabinda Provinsi Riau saat ini dijabat oleh Marsma TNI Rakhman Haryadi.

Menurut Muzani, apa yang dilakukan Kabinda Riau itu tidak tepat, apalagi dalam konteks pesta demokrasi yang saat ini berlangsung.

“BIN itu kan harusnya tidak tampil, tapi ini Kabindanya tampil, itu cara kerja norak. Norak cara kera seperti itu,” ujar Muzani di komplek DPR RI, di Senayan, Jakarta, Senin (27/8).

Baca juga: Pulangkan Neno Warisman, Polisi Beralasan Agar Pekanbaru Kondusif

Mestinya, kata Muzani, cukup Kapolda dan Pangdam saja yang menangani persoalan tersebut, tidak perlu seorang Kabinda menampilkan diri.

Atas peristiwa tersebut, politisi yang juga menjabat Wakil Ketua MPR ini meminta agar kinerja Kabinda Riau di evaluasi. “Ya kalau perlu diganti Kabindanya, banyak kok yang mau,” tegasnya.

Sementara itu, terkait tudingan beberapa pihak yang mengatakan bahwa gerakan #2019GantiPresiden sebagai gerakan inkonstitusional yang bertujuan makar melawan pemerintahan yang sah, Muzani membantah keras.

Apalagi, katanya, ada gerakan lain yang bertujuan mendukung Jokowi menjabat Presiden untuk dua periode. “Terus yang enggak makar itu apa? Spanduk “tetap Jokowi” gitu,” tukas Muzani.

Baca juga: Akhirnya, Neno Warisman Dipaksa Aparat Naik Pesawat Tinggalkan Pekanbaru

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Neno Warisman dihadang oleh kelompok massa yang tidak dikenal di jalan keluar Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II), Pekanbaru, pada Sabtu (25/8) lalu. Kehadiran Neno di Kota Pekanbaru adalah untuk menghadiri kegiatan deklarasi gerakan #2019GantiPresiden yang dijadwalkan pada Ahad (26/8).

Neno yang tertahan lebih dari tujuh jam di dalam sedan BMW berwarna putih, akhirnya dipaksa pulang oleh pihak kemananan, dengan menaiki pesawat yang membawanya kembali ke Jakarta.

(ARif R)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU