API Jabar Demo Tuntut Pembebasan Ustadz Alfian Tanjung

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Massa yang tergabung dalam Aliansi Pembela Islam (API) Jawa Barat melakukan aksi di depan Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (13/12).

Mereka melakukan aksi terkait agenda putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya atas terdakwa Ustadz Alfian Tanjung.

“Kami minta ustadz dibebaskan karena ceramahnya memperjuangkan Islam dari ancaman komunisme,” ungkap ustadz Rahman, peserta aksi yang ditemui SERUJI di lokasi.

Pria asal Bandung ini mengatakan pihaknya berharap agar majelis hakim membebaskan ustadz Alfian Tanjung karena ceramahnya demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, Kuasa Hukum Alfian Tanjung, Abdullah Alkatiri mengatakan pasal-pasal yang dituduhkan kepada Ustad Alfian seluruhnya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ustad Alfian dengan pasal 156 KUHP dan UU Penghapusan Diskriminasi Ras & Etnis (UU PDRE). Namun, Alkatiri menegaskan bahwa seluruh pasal tersebut tidak terbukti karena Ustad Alfian menyoroti persoalan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Partai Komunis Cina (PKC), bukan ras dan etnis atau golongan tertentu.

“Kami minta Ustadz Alfian dibebaskan,” tegasnya.

Diketahui, pada persidangan sebelumnya, Senin (27/11), ustadz Alfian dituntut tiga tahun penjara oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak.

Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian dan melanggar Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b butir 2 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis.

Atas tuntutan tersebut, pihak terdakwa ustadz Alfian Tanjung mengajukan pembelaan.

Kasus ujaran kebencian tersebut diketahui di video yang diunggah di Youtube pada 26 Februari 2017. Saat itu, Ustad Alfian Tanjung berceramah kuliah subuh di Masjid Al Mujahidin Perak Surabaya. Ia dilaporkan oleh seorang warga Surabaya, Jawa Timur, bernama Sujatmiko lantaran diduga memberikan ceramah dengan materi tentang PKI. (Setya/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER