Dengan Nada Rendah Tanpa Teriak Merdeka, Mega Siap Antar ke Putaran Dua

0
205
Ketua Umum PDIP Megawati melakukan konferensi pers di kediamannya, Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (15/2). Megawati didampingi Sekjen PDIP Hasto, dan calon Gubernur Jakarta Ahok. (Republika/Debbie Sutrisno)

JAKARTA –  Disetiap pidato, jumpa pers, apalagi bicara soal PDI-Perjuangan, Megawati anak kandung Bung Karno, selalu membawa darah dan semangat ayahnya. Tanpa pernah lupa, nada tinggi, memberi perintah pada jajarannya, seluruh pengurus dan anggota PDI-P. Dan yang tak pernah ditinggalkan teriak Merdeka ! di awal atau akhir pidatonya.

Namun, jumpa pers Rabu (15/2) malam tadi. Tampak beda. Mega tampil kalem, bicara nada rendah. Bahkan tidak ada semangat tinggi dengan suara kerasnya sebagaimana ia bicara seperti biasanya, meskipun tetap antusias memberikan keterangan pers atas keunggulan Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI 2017.  Menurut Mega, hasil hitung cepat mencapai 43,5 persen sudah bisa memperlihatkan bahwa pasangan ini akan lolos ke putaran berikutnya.

“Jakarta ini kan beda dengan yang lain daerah. Meskipun kita memperoleh suara tertinggi, tapi yang harus didapatkan adalah minimal 50 persen plus 1 suara‎,” kata Megawati.

‎Mega menyebut bahwa hasil hitung cepat ini memang masih membutuhkan perhitungan resmi dari KPU DKI Jakarta. Namun, PDIP telah meminta semua kader, partisipan, dan sukarelawan untuk mengawal dan mengamankan suara rakyat kalau Ahok-Djarot untuk melaju di putaran kedua.

‎Mega juga mengapresiasi masyarakat Jakarta yang telah ikut menggunakan hak suaranya. Menurut dia, Pilkada Jakarta saat ini terlihat lebih aman dan damai. “Banyaknya warga yang ikut serta dan ini memperlihatkan gairah dalam memilih pemimpinan lima tahun ke depan. Ini menjadi sebuah kedewasaan dan kematangan warga Jakarta untuk bisa memilih pemimpinnya,” kata Mega.

EDITOR: Yus Arza

Komentar

BACA JUGA

Terkait Penghadangan Terhadap Anies, Fahira: Tidak Etis dan Kecewakan Warga Jakarta

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Senator DKI Jakarta Fahira Idris geram melihat perlakuan Panitia Piala Presiden 2018 yang tidak mengizinkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi...
Frans Barung Mangera

Belum Simpulkan Gila, Polda Jatim Masih Dalami Pelaku Penyerang Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim sampai saat ini belum bisa memastikan secara psikis apakah pelaku penyerang KH Abdul Hakim Mubarok mengalami gangguan jiwa atau...
Afifun Nidlom

Muhammadiyah Desak Kepolisian Usut Tuntas Penyerangan Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas aksi penyerangan yang dialami pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Paciran,...
Frans Barung Mangera

Berbeda Dengan Legislator, Polisi Tegaskan Penyerang Ulama Belum Dipastikan Gila

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim menegaskan bahwa pelaku penyerangan terhadap KH Abdul Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Muhammadiyah Karangasem, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, pada Ahad...

Hormati Hari Libur Nasional dan Keagamaan, Jatah Waktu Kampanye Dipotong

SURABAYA, SERUJI, CO.ID - KPU Jatim mengurangi total pelaksanaan masa kampanye Pilgub Jatim 2018 menjadi selama 119 hari, dari total keseluruhan hitungan sejak tanggal...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Nikah Mut’ah Pernah Dihalalkan, Lantas Dilarang Untuk Seterusnya

Sy. Abdulah RA mengisahkan, ia dan para shahabat pergi berperang besama Rasulullah SAW tanpa disertai wanita (istri mereka). Lalu para shahabat bertanya kepada Rasulullah...

Dilema Piala Presiden, Antara Kekuasaan dan Etika

Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, tertahan di panggung penonton dan tidak ikut serta turun ke lapangan mendampingi Presiden Joko Widodo, setelah dihentikan oleh Paspampres...
IMG_20180219_192213

Habib Lutfi : Umat Islam Harus Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Kotawaringin Barat - Ribuan warga Pangkalan Bun, Sabtu (17/2) malam, membanjiri Lapangan Sampuraga. Kehadiran mereka guna mengikuti acara Kobar Bershalawat yang diadakan oleh Pemerintah...