Demonstran: Polri Tidak Pastikan Proses Hukum Sukmawati

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua DPP Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif mengatakan Bareskrim Polri tidak memastikan proses hukum Sukmawati Soekarnoputri usai pertemuan unsur pengunjuk rasa dan Polri di Jakarta, Jumat (6/4).

“Kami tanya kapan Sukma diperiksa apakah besok Senin? Bareskrim belum menjawab, Rabu? Bareskrim belum menjawab,” kata Slamet.

Menurut dia, Bareskrim Polri terlalu lama memutuskan soal kasus pembacaan puisi oleh Sukma. Seharusnya Polri bisa bertindak cepat terkait kasus penodaan agama.

Kendati demikian, dia mengatakan PA 212 akan terus mengawal kasus tersebut ke proses hukum meski yang bersangkutan sudah meminta maaf kepada publik atas puisi yang membandingkan konde dengan cadar serta adzan terhadap kidung.

Baca juga: Polri Tegaskan Profesional Tangani Laporan Kasus Puisi Sukmawati

“Tidak ada urusan maaf memaafkan. Menista harus ditangkap dan ditahan,” kata dia.

Proses hukum Sukma, kata dia, harus cepat sebagaimana dilakukan pada aktivis Islam.

Jika tidak, lanjut dia, maka aksi massa berikutnya bisa lebih besar dari penyelenggaraan unjuk rasa pada Jumat. Bahkan aksi bisa setara dengan Aksi Bela Islam saat menuntut pemidanaan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Wartawan Dalam Lingkaran Elite Kekuasaan