Demokrat Tuding Sandiaga Bayar PKS-PAN Rp500 Miliar Agar Jadi Cawapres Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kabar mulai retaknya hubungan Partai Demokrat dengan Prabowo Subianto, mulai mencuat jelang diumumkannya calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo, yang rencananya akan diumumkan malam ini, Rabu (8/8).

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andie Arief yang mengungkapkan kekesalan partainya atas sikap Ketua Umum Gerindra, Prabowo, yang lebih memilih Sandiaga Uno yang saat ini menjabat wakil Gubernur DKI Jakarta, sebagai cawapres.

Andie Arief menuding bahwa kesanggupan Sandiaga untuk membayar PKS dan PAN lah yang menyebabkan Prabowo lebih memilih Sandiaga sebagai cawapresnya.

“Sandi yang sanggup membayar PKS dan PAN masing-masing Rp500 miliar, (sehingga) dia jadi pilihan sebagai cawapres (Prabowo),” ungkap Andie kepada awak media, Rabu (8/8) malam.

Duet Prabowo-Sandi ini menguat menjelang pendaftaran capres/cawapres pada tanggal 10 Agustus mendatang.

“Di luar dugaan, ternyata Prabowo lebih mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar,” ujar Andie.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh informasi resmi dari Partai Gerindra bahwa cawapres Prabowo adalah Sndiaga Uno. (ARif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy