Deddy Mizwar Janji Penuhi Kebutuhan Air Bersih

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut empat Deddy Mizwar berjanji jika menang dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat 2018 akan meningkatkan kebutuhan air bersih seluruh warga Jawa Barat.

“Insya Allah air baku dan air bersih untuk irigasi, menjadi program kerja kami, rata-rata 73 persen yang bisa terlayani, irigasi yang baik maupun untuk penyediaan air minum bersih,” kata Deddy Mizwar, dalam siaran persnya, Jumat (11/5).

Hari ini Deddy Mizwar yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi di Pilgub Jawa Barat 2018 berkampanye di Kabupaten Bogor dan bersilaturahmi ke tokoh masyarakat Jasinga, Kabupaten Bogor.

Pria yang akrab disapa Demiz ini mengatakan ketersediaan air bersih di Jawa Barat masih rendah dan saat ini kebutuhan air bersih untuk masyarakat di Jabar rata-rata baru terlayani 73 persen.

Demiz mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan hal yang paling mendasar bagi masyarakat untuk mencukupi kehidupannya terutama mencakup faktor kesehatan yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

“Saya kira itu kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar, target kita bagaimana mendorong sebanyak-banyaknya bisa mengakses kebutuhan air bersih,” katanya.

Menurutnya, program tersebut harus terealisasikan, dengan membangun langsung secara bertahap sesuai daerah yang sangat membutuhkannya.

“Pembangunan ini tidak perlu ada percontohan, nanti kita data langsung bagaimana kita bangun secara bertahap di daerah mana dulu,” katanya.

Dia mengungkapkan, kekurangan air bersih karena alih fungsi lahan, sehingga tidak ada daerah resapan air yang mengakibatkan debitnya berkurang. Jika hujan deras maka alih fungsi lahan tadi airnya langsung jatuh ke sungai.

“Sudah tahu ada kawasan lindung, hutan lindung itu semua daerah resapan air supaya debit air pada musim panas terus ada. Jadi kalau dulu ada kawasan yang tadinya banyak air tiba-tiba kekurangan air pasti ada kawasan yang rusak akibat ulah manusia,” katanya.

“Kemarin kita contoh di Bandung barat dulu banyak air, sekarang kesulitan air. Mengapa? Karena mungkin banyak kawasan hutan yang ditebang,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER