Data Masuk lebih 60%, Ridwan Kamil Unggul di Semua Hasil Qucik Count


SURABAYA, SERUJI.CO.IDQuick Count (QC) pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 berlangsung sengit. Usai pencoblosan berakhir pada pukul 13.00 WIB, Rabu (27/6), semua lembaga survei langsung melakukan QC.

Dipantau SERUJI mulai pukul 14.00 WIB, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) unggul dari pasangan lainnya. Data yang masuk rata-rata sudah lebih dari 50 persen dari semua lembaga survei.

Hasil QC dari SMRC dengan data yang masuk 64 persen pada pukul 15.00 WIB, pasangan Rindu unggul dengan 32,37 persen, diikuti pasangan Sudrajat-Syaikhu (Asyik) dengan 29,17 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) dengan 25,59 persen dan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) dengan 12,87 persen.

Hasil QC SMRC, pasangan Rindu unggul dengan 32, 37 persen.

LSI Denny JA dengan data yang masuk 72,89 persen pada pukul 15.00 WIB, pasangan Rindu unggul dengan 31,89 persen, diikuti pasangan Sudrajat-Syaikhu (Asyik) dengan 28,02 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) dengan 27,10 persen dan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) dengan 12,99 persen.

Hasil QC LSI, pasangan Rindu unggul 31,89 persen.

Charta Politika dengan data yang masuk 48 persen pada pukul 15.00 WIB, pasangan Rindu unggul dengan 33,43 persen, diikuti pasangan Sudrajat-Syaikhu (Asyik) dengan 29,7 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) dengan 25,06 persen dan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) dengan 11,82 persen.

Hasil QC Charta Politika, pasangan Rindu unggul dengan 33,43 persen.

Tidak jauh berbeda, Indo Barometer dengan data yang masuk 54,67 persen pada pukul 14.55 WIB, pasangan Rindu unggul dengan 31,55 persen, diikuti pasangan Sudrajat-Syaikhu (Asyik) dengan 27,95 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) dengan 27,53 persen dan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) dengan 12,97 persen.

Hasil QC Indo Barometer, pasangan Rindu unggul dengan 31,55 persen.

Perhitungan resmi baru akan dilakukan oleh KPU mulai tanggal 28 Juni 2018. Dan hasil resmi siapa yang memenangkan Pilgub Jabar 2018, baru akan diumumkan pada 7-9 Juli 2018. (ARIf R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Apakah ada Perda yang secara khusus disebut “Perda Syariah”, misalnya, Perda Provinsi Banten Nomor 10 Tahun 2018 tentang Syariah? Perda semacam itu tidak ada, dan belum pernah dijumpai di daerah manapun di tanah air kita ini. Demikian pula tentang Undang-Undang Syariah, adakah di negara kita ini? Sepanjang pengetahuan saya, UU seperti itu tidak ada.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

close