[Cek Fakta] Benar: Cerita Sandi Tentang Pengusaha Muda Sidrap Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menceritakan kisah Rahman pemuda millenial asal Sidrap yang menjadi pengusaha beras yang mampu menciptakan lapangan kerja bukan pencari kerja.

Hal itu disampaikan Sandiaga dalam Debat Capres putaran kelima yang diadakan di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4) malam.

Jawaban Sandi tersebut menjawab pertanyaan capres nomor urut 01, Jokowi yang mendapat giliran bertanya dalam sesi tanya jawan. Walaupun, jawaban Sandi tersebut tidak sesuai dengan yang ditanyakan Jokowi terkait peluang pengusaha muda di Indonesia dengan adanya perkembangan pesat industri games.

Dalam Cek Fakta ditemukan berita yang diturunkan Kantor Berita Antara pada 28 Maret 2019, di sini, yang sesuai dengan cerita Sandiaga. Berikut beritanya;

Cek Fakta Cerita Sandiaga Uno dalam Debat Capres

Cawapres Sandiaga Uno meninjau lokasi pabrik beras milik pengusaha muda Herman sesaat sebelum memulai kegiatan kampanye terbuka di Kabupaten Sidrap, Sulsel, Kamis (28/3/2019). (Foto:ANTARA)

Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor 2 Sandiaga S. Uno sebelum memulai kegiatan kampanye terbuka di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), sempat mampir menemui H. Rahman, Herman dan Cahyadi, pengusaha muda yang sukses sebagai salah satu pemasok beras di DKI Jakarta.

Menurut Sandi –sapaan Sandiaga Uno, H. Rahman bersaudara itu adalah pengusaha muda yang memberikan inspirasi.

“Tidak mencari kerja tapi menciptakan lapangan kerja. Pak Rahman bersama abang dan adiknya mengelola perusahaan beras dengan produksi 250 ton per hari dengan luas sawah yang dikelola sebanyak 300 hektar,” ujarnya.

Ia mengatakan Sidrap memang salah satu daerah lumbung pangan, penghasil beras terbesar di Indonesia.

Ia menceritakan Herman adalah salah satu pengusaha beras yang bekerja sama dengan “Food Station DKI” untuk memenuhi kebutuhan beras warga Jakarta. Ini merupakan salah program yang dijalankannya saat menjabat Wakil Gubernur DKI dan pemenuhan janjinya untuk harga-harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau.

“Saudara Herman adalah pengusaha muda, milenials, bersama Cahyadi adiknya dan abangnya, mengelola hasil pertanian. Dan sangat menghasilkan dengan memperkerjakan ratusan orang. Ini belum termasuk dengan banyak orang lainnya yang terlibat dalam rantai distribusinya,” terang Sandi.

Menurut Sandi ini sebagai bukti bahwa masih banyak anak muda di Indonesia yang masih mau terjun dalam industri pangan, seperti Herman dan keluarganya.

Sementara Herman mengaku senang Cawapres Sandi bisa mampir ke pabrik beras yang dikelolanya secara modern.

Ia menuturkan dari pengolahan gabah ke beras, dan mekanisasi dalam penanaman hingga panen, sehigga menjadi efisien dan produktif.

Herman berharap kepada pasangan Capres Prabowo Subianto itu agar ada upaya untuk lebih meningkatkan produksi beras dengan infrastruktur irigasi, pelatihan dan pupuk serta obat-obatan dengan harga yang terjangkau.

“Kami sekarang surplus beras. Tapi belum bisa ekspor karena harga produksi yang tinggi. Indonesia harga berasnya paling tinggi,” ujar Herman.

Menanggapi permintaan Herman, Sandi berjanji akan memangkas biaya produksi dengan distribusi pupuk dan pengadaan obat-obatan yang terjangkau, sehingga petani bisa makmur dan surplus beras ini, serta bisa diekspor.

Selain itu, kata dia, juga harga beras dalam negeri bisa terjangkau konsumen serta stabil sebagaimana yang dilakukannya saat dirinya menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI.

Kesimpulan Cek Fakta Pernyataan Sandiaga

Praboiwo-Sandiaga dalam Debat Capres putaran kelima di Hotel SUltan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Benar apa yang disampaikan Sandiaga bahwa Rahman, pengusaha muda asal Sidrap, mampu menciptakan lapangan kerja. Bahkan Rahman melalui perusahaannya bekerjasama dengan Food Station DKI memasok kebutuhan beras untuk DKI Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Konsisten Kemaruk Kekuasaan

Politisi Kampungan

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.