BPN Tuding TPS 13 Nanggerang Siluman Karena Tanggal Lahir Sama, Berikut Cek Faktanya

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menuding telah terjadi berbagai kecurangan dalam Pemilu 2019, baik sebelum, saat pemungutan suara, dan sesudah pemungutan suara.

Dikutip dari berita Tempo.co yang dilansir pada Selasa (14/5), tim IT BPN Agus Maksum menuding ada keanehan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13 di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat.

Di TPS 13 tersebut, menurut pria yang juga alumni ITS Surabaya ini, seluruh pemilih memiliki tanggal lahir yang sama, yakni pada 1 Januari 1946.

“Ini yang disebut TPS siluman,” kata Agus saat memaparkan berbagai kecurangan yang ditemukan tim BPN pada acara simposium tentang kecurangan Pemilu 2019, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).

SERUJI berusaha mengkonfirmasi kepada Agus Maksum tentang kebenaran tudingannya tersebut dengan menanyakan apakah pernah mencek langsung ke TPS tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis Agus Maksum belum menjawab pesan yang dikirim SERUJI lewat Whatsapp yang telah bertanda diterima.

Cek Fakta: Pemilih di TPS 13 Nanggerang Terbukti Tidak Memiliki Tanggal Lahir Yang Sama Semua

Data pemilih dan NIK di TPS 13 Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, terbukti tidak bertanggal lahir sama semua.

SERUJI mencoba melakukan pelacakan digital terkait data pemilih di TPS 13 Desa Nanggerang tersebut. Kembali dengan memanfaatkan informasi publik yang dapat diakses secara transparan di situs KPU, berupa Daftar Pemilih Pemilu 2019 yang beralamat di url: lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

Karena identitas pribadi di KTP adalah identitas yang dilindungi Undang Undang untuk tidak dapat diakses secara terbuka, maka di situs KPU hanya akan menampilkan nama pemilih, Nomor Identitas Kependudukan (NIK) yang hanya dibuka 8 digit dari depan, serta tempat lahir sesuai identitas di Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Untuk mengetahui apakah semua pemilih bertanggal lahir sama, maka harus dipahami kode angka yang ada di NIK tersebut. Dimana dalam setiap NIK selalu mengandung kode angka yang menjelaskan kode provinsi, kabupaten, kecamatan, jenis kelamin, tanggal lahir, dan lainnya.

Contoh: untuk NIK 31-02-01-44-03-91-0312 untuk angka 31 merupakan Kode Provinsi, 02 Kode Kabupaten/Kota, 01 Kode Kecamatan, 44 Tanggal Lahir, 03 Bulan Lahir, 91 Tahun Lahir, dan 0312 merupakan Nomor Komputerisasi.

Berhubung tidak ada kode jenis kelamin dalam NIK, maka untuk penduduk perempuan ditambahkan angka 40 pada tanggal lahirnya. Jadi apabila seorang perempuan lahir tanggal 10, maka kodenya adalah 10+40 yaitu 50.

Data pemilih dan NIK di TPS 13 Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, terbukti tidak bertanggal lahir sama semua.

Berpedoman pada kode NIK tersebut, SERUJI menemukan fakta bahwa tidak benar bahwa pemilih di TPS 13 di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat memiliki tanggal lahir yang sama pada 1 Januari 1946.

Di halaman pertama DPT TPS 13 pada nomor urut 1 tertulis pemilih dengan nama NELIS dengan NIK 32021655********, Lahir di Sukabumi, jenis kelamin Perempuan.

Dari NIK NELIS tersebut, dapat diketahui bahwa tanggal lahir NELIS adalah tanggal 15, bukan tanggal 1.

Demikian juga S U T I S N A dengan NIK 32021623********, lahir di Sukabumi, berjenis kelamin Lelaki, berdasarkan kode NIK dapat diketahui bahwa tanggal lahirnya adalah tanggal 23, bukan tanggal 1.

Keterangan kode yang ada di DPT TPS 13 tersebut, juga kebanyakan adalah warga Jawa Barat (32), yang bertempat tinggal di Kabupaten Sukabumi (02), Kecamatan Cicurug (16). Hanya beberapa pemilih di DPT tersebut yang ber-NIK daerah lain, seperti Bogor, dan Bangka.

Dengan hasil pengecekan SERUJI ini, terbukti bahwa tanggal lahir pemilih di TPS 13 di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat tidaklah sama semua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pemimpin Belum Lulus

Modernisasi di Sana Dimulai Dengan Pajak Untuk Pria Yang Berjenggot

Para pria dianjurkan tidak berjenggot. Bagi yang bersikeras tetap berjenggot, mereka dikenakan pajak, sesuai dengan status sosial dan profesi.. Lama saya terdiam mengenang tokoh yang begitu terobsesi membaratkan negaranya: Peter the Great. Soal jenggotpun, ia atur.

Pribumi vs Non Pribumi

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER