BNPB: Banyak Korban Tsunami Selat Sunda Hanyut ke Laut

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Penyisiran untuk pencarian korban tsunami Selat Sunda tidak hanya dilakukan di daratan. tetapi juga di lautan. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) banyak korban tsunami yang hanyut ke laut.

“Korban banyak yang hanyut ke lautan, untuk itu operasi di laut juga dilakukan. Kami baru saja terima info, di teluk Cirebon berhasil menemukan jenazah. Jadi operasi nggak hanya pakai jalur laut, tetapi juga udara dan darat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, di kantornya, Jakarta, Selasa (25/12).

Sutopo mengatakan, untuk ketinggian tsunami yang menerjang Banten belum bisa dipastikan. Informasi yang diterima BNPB, ketinggian tsunami mencapai 5 meter.

“Daerah yang paling parah itu dari sekitar selatan. Ada yang mengatakan tinggi tsunami 2 meter di Kecamatan Sumur, di Tanjung Lesung ada yang mengatakan lebih dari 5 meter,” terang Sutopo.

Data sementara, korban meninggal dunia akibat tsunami selat sunda yakni 429 orang. Sutopo menyebut jumlah korban meninggal dunia masih bisa bertambah.

Data sementara dampak tsunami di Selat Sunda hingga Selasa (25/12) pukul 13.00 WIB, tercatat 429 orang meninggal dunia. Sutopo menyebut jumlah korban meninggal dunia masih bisa bertambah.

Selain itu, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, dan 16.082 orang mengungsi. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER