Bimanesh: KPK Ingin Bawa Setnov Untuk Ditahan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID– Dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo mengakui bahwa sejumlah penyidik KPK mendatangi rumah sakit tersebut pada 17 November 2017 untuk menahan Setya Novanto.

“Pertama yang keluar dari ucapan saya (ke penyidik) ‘Pak sebetulnya status Pak Setya Novanto apa?’, lalu dijawab ‘Ini kita mau menahan statusnya itu DPO (Daftar Pencarian Orang),” kata Bimanesh di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (19/4).

Bimanesh menjadi saksi untuk mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi yang didakwa bersama-sama dengan Bimanesh Sutarjo menghindarkan ketua DPR Setya Novanto diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik.

Baca juga: Bimanesh Jelaskan Kejanggalan Saat Setnov Dibawa ke RS

“Karena pada pagi harinya saya buka TV ada beritanya Rumah Sakit Medika Permata Hijau tidak kooperatif dengan petugas KPK, makanya saya segera ke sana setelah salat subuh. Sebetulnya jadwal hari itu saya ke RS Haji tapi saya ke sana dulu biar saya klarifikasi dulu,” tambah Bimanesh.

Pada, 17 November 2017 itu, ia bertemu dengan sejumlah penyidik KPK.

Baca juga: Bimanesh: Kecelakaan Setnov Skenario Fredrich

“Yang mengatakan DPO itu Pak Riska, penyidik. Lalu saya katakan ‘Sebaiknya diundang saja dokter KPK-nya kemari supaya saya jelaskan karena saya sebagai dokter yang bekerja di rumah sakit terikat sumpah profesi tidak bisa saya katakan kondisi medisnya tapi kalau kondisi umum saya bisa jelaskan ada hipertensi dan kecelakaan,” jelas Bimanesh.

Tidak lama, dokter KPK yaitu dokter Johnanes pun hadir.

“Saya lama tuh bicara dengan dokter di kamar saya jelaskan secara rinci akhirnya kita putuskan apa yang mau dijalankan, agak siang sedikit pak Damanik (penyidik KPK) datang,” ungkap Bimanesh.

Pada hari itu juga, Bimanesh sempat memeriksa Setnov pada sekitar pukul 06.00 pagi dan memeriksa luka di kepala Setnov yang sempat disebut Fredrich luka sebesar bakpao.

“Saya periksa luka di kepala tidak membesar sama saja, malam sebelumnya saya sudah kasih obat hipertensi,” tambah Bimanesh.

Frederich pada 16 November 2017 malam juga memberikan sejumlah rekam medis Setnov.

“Dilaporkan tensi Setnov itu 160/110, saya periksa ternyata 150/90,” ungkap Bimanesh. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengkritisi Strategi Anti-Korupsi Para Capres

Debat capres putaran pertama telah usai. Terlepas paslon mana yang akan keluar sebagai juara dan berhak memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan, tulisan ini ingin mengkritisi ide dan gagasan para paslon seputar pemberantasan korupsi.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.