Besok, Reuni Akbar 212 Akan Dimulai dengan Sholat Subuh Berjamaah


JAKARTA, SERUJI.CO.ID –  Acara “reuni akbar” 212 direncanakan bakal menggelar Shalat Subuh berjamaah sebagai salah satu rangkaian yang akan diselenggarakan dalam acara tersebut hingga Sabtu (2/12) esok.

Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad AlKhaththath dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat, menyatakan acara reuni bukan hanya sekadar aksi, tetapi juga berisikan shalat tahajud, subuh berjamaah, serta tausiyah dari para ulama.

Menurut dia, pihaknya awalnya memang mengalami kesulitan dalam mendapatkan izin kegiatan “reuni akbar” tersebut dan juga beberapa kesukaran lainnya seperti pemberitaan informasi yang keliru, tetapi akhirnya dapat juga memperoleh izin.

Sekjen FUI juga mengajak Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk dapat menghadiri acara “reuni akba”r 212 itu.

Sebelumnya, Sekjen DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin di Jakarta, Minggu (26/12) mengatakan, sejumlah ulama besar dan tokoh agama juga bakal menyampaikan sambutan kepada peserta aksi tersebut.

Novel juga menyampaikan bahwa acara itu dimulai dari Shalat Subuh berjamaah, kuliah subuh, zikir, sambutan, dan ceramah beberapa tokoh agama.

Ia menuturkan bahwa pihaknya meminta izin penyelenggaraan aksi dipusatkan pada satu lokasi di Monas.

“Kegiatan kami minta di Monas tidak bisa dipisahkan karena memang kemauan Polri untuk Shalat Subuh di Istiqlal dan Maulid di Monas. Akan tetapi, itu repot kalau mondar-mandir,” ujarnya Novel menyebutkan kegiatan “reuni” 212 dijamin damai, aman, dan tertib seperti aksi serupa yang digelar pada tanggal 2 Desember 2016 berjalan teratur sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan akan menghadiri acara “reuni akbar” alumni 212 yang digelar pada Sabtu (2/12) mendatang.

“Saya dan Pak Fahri Hamzah akan hadir dalam kegiatan tersebut, akan kami sampaikan kepada anggota DPR yang lain untuk bersedia hadir,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/11).

Hal itu dikatakannya saat menerima kunjungan perwakilan alumni 212 di Ruang Rapat Pimpinan DPR, Kompleks Parlemen. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close