close

Bertemu Seniman, Puti Soekarno Berkisah Tentang Jiwa Seni Kakek dan Keluarganya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno bertemu dengan kalangan seniman yang tergabung Forum Masyarakat Seni Indonesia (Formasi) di Surabaya.

Puti mengaku jika sudah berbicara soal kesenian, dirinya selalu semangat, karena sudah menjadi hoby dan sejak kecil sudah dikenalkan dengan seni.

“Saya tak asing dengan dunia kesenian. Karena sejak kecil saya sudah diperkenalkan dengan seni, bahkan keluarga besar Presiden pertama Ir Soekarno (Bung Karno) memang dikenal menggandrungi dunia seni,” katanya saat memberikan sambutan.

Dalam acara yang juga dihadiri Ketua Formasi Jatim, Nonot Sukasmoro, Puti bercerita tentang kakeknya, Bung Karno, yang punya darah seni yang kuat.


“Bagi beliau, kesenian adalah wujud adab manusia, respons penuh cita rasa manusia dalam menghargai ciptaan Yang Maha Kuasa. Dan kini seni harus menjadi jalan bagi kita untuk memuliakan peradaban,” ujar Puti.

Berkat kecintaan kepada seni, setiap anak Soekarno dan cucu-cucunya diwajibkan bisa menari, paling tidak satu tarian tradisional. Puti mencontohkan sang ayah, Guntur Soekarno, yang piawai memainkan Tari Gatotkaca. Sementara Megawati luwes ketika memainkan tari Srimpi dan Sukmawati andal dalam tarian Bali.

“Semuanya wajib hafal satu tarian daerah. Tante dan om saya, punya keahlian minimal satu tarian. Apalagi Om Guruh Soekarnoputra, hafal hampir semua tari-tarian,” ungkapnya.

Puti sendiri hafal dengan tarian Jawa dan Tari Gambyong. Di akun Instagram-nya, Puti kerap mengunggah saat memainkan tarian di masa kecilnya. Bahkan, ketika bertemu sejumlah komunitas seniman, Puti tak canggung menunjukkan keterampilannya.

Bagi Puti, kesenian dan budaya salah satu karakter yang bisa membangun peradaban. Jatim harus menjadi contoh provinsi dengan pembangunan berbasis kebudayaan. “Mari bangun Jawa Timur melalui kesenian dan kebudayaan,” ajaknya.

Puti berjanji akan membawa seni budaya turut andil membangun Jawa Timur. Salah satunya, dengan merevitaisasi gedung-gedung kesenian.

“Saya dan Gus Ipul sepakat untuk merevitalisasi gedung kesenian yang ada di Jatim, agar menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni. Gedung kesenian sebagai jantung pengembangan nilai-nilai seni berbasis kearifan lokal,” jelasnya.

Puti juga menyiapkan program pemberdayaan para pelaku seni, mulai dari pelatihan, beasiswa, ruang berekspresi yang luas, hingga asuransi bagi pelaku seni tradisi. (Devan/Devan)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Tolak PPDB Zonasi Yang Tidak Berkeadilan, KOMPAK Siang Ini Geruduk Grahadi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ratusan orang tua yang tergabung dalam...

Kuasa Hukum Jokowi-KH Ma’ruf Siap Hadapi Saksi Dari Pihak Prabowo-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim kuasa hukum Jokowi-KH Ma'ruf Amin...

Sidang Ketiga Sengketa Pilpres 2019 Akan Digelar Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu (19/6) pagi...

Wagub Jabar: PPDB Zonasi Upaya Pemerataan Pendidikan

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul...

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).

Persijap Jepara Target Gelar Laga Uji Coba Maksimal Tiga Kali

JEPARA, SERUJI.CO.ID - Tim Persijap Jepara, Jawa Tengah, menargetkan menggelar...

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).