Beredar Surat Hoax Catut Nama SBY Seolah Tunjuk AHY Sebagai Cawapres Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sebuah surat yang seolah berasal dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beredar di kalangan wartawan di Jakarta, Sabtu (4/8).

Surat tertanggal 4 Agustus 2018 tersebut berisi restu kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai cawapres.

Surat yang terlihat seakan ditantatangani Presiden ke-6 Indonesia tersebut juga menyebut AHY sebagai pemimpin baru yang dapat menghapus kemiskinan di Indonesia.

Berikut isi surat tersebut:

“Demi bangsa dan negara yang dicintainya, Agus Harimurti Yudhoyono siap mengabdikan diri untuk Indonesia 2019-2024.

Bersama Bapak Prabowo Subianto, saya yakin insya Allah, AHY bisa mengurangi angka kemiskinan di negeri ini.

Mari kita sambut pemimpin baru untuk Indonesia yang lebih baik.

SB Yudhoyono
Cikeas, 4 Agustus 2018″

Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menegaskan bahwa surat tersebut tidak benar alias hoax.

“Itu hoax, tidak benar itu tulisan SBY,” kata Hinca saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (4/8) malam.

Surat hoax yang mencatut nama SBY.

Hinca meminta agar semua pihak berhenti menyebarkan hoax dan menyerukan berpolitik yang etis.

“Stop hoax dan stop komunikasi politik yang jahat dan tak benar. Mari berpolitik dengan etis dan benar,” ujar Hinca.

Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat dikonfirmasi juga memastikan bahwa surat tersebut hoax.

“Saya sudah konfirmasi langsung dengan SBY, saya pastikan itu hoaks, itu bukan tulisan tangan SBY dan bukan tanda tangan SBY,” ujarnya.

Ferdinand mengecam keras pihak-pihak yang telah membuat surat hoax tersebut untuk mencemarkan nama baik SBY dan AHY.

“Gila itu (yg dilakukan), untuk merusak nama SBY dan AHY sampai segitunya,” tukasnya.

(ARif R)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.