Beredar Surat Hoax Catut Nama SBY Seolah Tunjuk AHY Sebagai Cawapres Prabowo

0
49
  • 12
    Shares
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sebuah surat yang seolah berasal dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beredar di kalangan wartawan di Jakarta, Sabtu (4/8).

Surat tertanggal 4 Agustus 2018 tersebut berisi restu kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai cawapres.

Surat yang terlihat seakan ditantatangani Presiden ke-6 Indonesia tersebut juga menyebut AHY sebagai pemimpin baru yang dapat menghapus kemiskinan di Indonesia.

Berikut isi surat tersebut:

“Demi bangsa dan negara yang dicintainya, Agus Harimurti Yudhoyono siap mengabdikan diri untuk Indonesia 2019-2024.

Bersama Bapak Prabowo Subianto, saya yakin insya Allah, AHY bisa mengurangi angka kemiskinan di negeri ini.

Mari kita sambut pemimpin baru untuk Indonesia yang lebih baik.

SB Yudhoyono
Cikeas, 4 Agustus 2018″

Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menegaskan bahwa surat tersebut tidak benar alias hoax.

“Itu hoax, tidak benar itu tulisan SBY,” kata Hinca saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (4/8) malam.

Surat hoax yang mencatut nama SBY.

Hinca meminta agar semua pihak berhenti menyebarkan hoax dan menyerukan berpolitik yang etis.

“Stop hoax dan stop komunikasi politik yang jahat dan tak benar. Mari berpolitik dengan etis dan benar,” ujar Hinca.

Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat dikonfirmasi juga memastikan bahwa surat tersebut hoax.

“Saya sudah konfirmasi langsung dengan SBY, saya pastikan itu hoaks, itu bukan tulisan tangan SBY dan bukan tanda tangan SBY,” ujarnya.

Ferdinand mengecam keras pihak-pihak yang telah membuat surat hoax tersebut untuk mencemarkan nama baik SBY dan AHY.

“Gila itu (yg dilakukan), untuk merusak nama SBY dan AHY sampai segitunya,” tukasnya.

(ARif R)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU