Berang Difitnah Terima Mahar, PKS Akan Laporkan Andi Arief ke Polisi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bereaksi keras atas tudingan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Andi Arief, dalam cuitannya di twitter yang menyebut PKS menerima uang dari Sandiaga Uno terkait pencapresan, bahkan akan membawa ke ranah hukum.

“Pernyataan Andi Arief jelas fitnah keji. Ini tudingan tidak main-main yang memiliki konsekuensi hukum terhadap yang bersangkutan,” kata Ketua DPP PKS, Ledia Hanifa, dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Demokrat Tuding Sandiaga Bayar PKS-PAN Rp500 Miliar Agar Jadi Cawapres Prabowo

Ia menegaskan jika tudingan Arief sangat serius karena menerima mahar politik dalam proses pencalonan presiden adalah tindakan pidana pemilu yang fatal.

PKS, kata Ledia, siap untuk membawa cuitan fitnah Arief ke ranah hukum.

Ia menyebutkan Arief sebagai petinggi partai politik yang sempat berkuasa di Indonesia tidak selayaknya sembarangan melempar fitnah kepada institusi secara terbuka.

“Saya melihat tidak ada klarifikasi resmi dari partainya sehingga kami menyimpulkan ini juga merupakan sikap institusi partai tempat Andi Arief bernaung,” tuturnya.

Baca juga: Bantah Tudingan Wasekjen Demokrat, PKS: Fitnah, Andi Arief Harus Buktikan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, membantah pernyataan Arief yang menyatakan Uno telah membayar mahar kepada PKS dan PAN masing-masing senilai Rp500 miliar agar Uno didukung menjadi calon wakil presiden Prabowo.

“Saya rasa itu tidak benar,” kata Muzani, di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta, Rabu malam (8/8).

Dia mengatakan apa yang disampaikan Arief bukan pernyataan Susilo Yudhoyono selaku ketua umum DPP Partai Demokrat.

Baca juga: Situs Resmi PKS Diretas, Muncul Gambar Prabowo “Jendral Kardus”

Karena menurut dia, produktivitas pembicaraan Gerindra dengan Demokrat sangat baik dan bagus sehingga pihaknya akan membicarakan dahulu dengan pimpinan Demokrat.

“Ini kan Andi Arief yang berbicara, bukan SBY, nanti saya cek dulu pembicaraan dengan pimpinan teras Demokrat,” ujarnya. (Ant/Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER