Bawaslu DKI: Penyebar Brosur Dua Truk Sudutkan Pasangan Anies-Sandi Belum Terungkap

JAKARTA – Cara-cara kotor dilakukan kelompok tertentu menjelang Pilkada DKI.  Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti mengatakan, pelaku penyebaran brosur kampanye hitam yang memojokkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno tersebut sudah profesioanal. Pasalnya, yang membawa brosur tersebut tidak mengetahui tujuan selebaran tersebut

“Kita belum tahu siapa sebenarnya yang menyebarkan. Pelaku yang menyebarkan profesional, yang dibayar untuk menyebarkan. Mereka tidak mengetahui tujuan selebaran itu,” ujar Mimah saat melakukan jumpa pers di Markas Kodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Senin (13/2).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta belum mengetahui dalang di balik penyebaran brosur kampanye hitam yang dimuat oleh dua truk di Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Ahad (13/2) kemarin. Bawaslu hingga saat ini masih terus berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk mengungkap pelanggaran pilkada tersebut.

Ia mengatakan, pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang menyebarkan kampanye hitam menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta. Bahkan, dia mengatakan, jika terbukti pelaku dapat dikenakan tindak pidana pemilu.

Sebelumnya diberitakan, Panitia Pengawas (Panwas) Jakarta Barat mengamankan dua mobil truk yang membawa ribuan karton brosur black campaign terhadap pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Kawasan Jakarta Barat.

EDITOR : Yus Arza

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.