Bantah PBNU Ancam Jokowi, KH Ma’ruf: Itu Pelintiran

0
155
  • 2
    Shares
KH Ma'ruf Amin, Ketua Umum MUI.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin membantah berita bahwa PBNU mengancam akan meninggalkan Presiden Jokowi di Pilpres 2019, jika tidak menggandeng Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai cawapres.

“Komunikasi (Jokowi) bagus dengan saya, itu pelintiran. Nggak ada ancam mengancam,” kata KH Ma’ruf kepada awak media usai menerima kunjungan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (8/8) malam.

Ditegaskan Pria yang juga Ketua Umum MUI ini, bahwa PBNU tidak akan mengancam siapapun, apalagi mengancam orang nomor satu di negeri ini.

“Apalagi mengancam presiden. Kok, ancam-mengancam,” tegasnya.

Kunjungan Cak Imin ke PBNU didampingi juga oleh Sekjen PBNU Helmi Faishal Zaini dan langsung mengadakan pertemuan tertutup dengan pimpinan PBNU. Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Katib Syuriyah KH Nurul Yaqin, dan Bendum PBNU Bina Suhendra

Sebelumnya, sempat beredar berita bahwa PBNU mengancam jika dalam waktu dua hari tidak menjadikan Cak Imin sebagai Cawapres, maka PBNU akan menarik dukungan dari Jokowi dan membuat poros baru.

Namun, berita itu telah dibantah oleh Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KHR Najib Abdul Qadir. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah memberikan komentar bernada ancaman seperti yang telah diberitakan.

“Tidaklah benar kami pernah mengeluarkan statement, ‘Memberi deadline kepada Jokowi dalam dua hari. Kalau tidak jelas, maka kami bikin poros baru’,” jelas KHR Najib dalam pernyataan tertulisnya, Senin (6/8). (ARif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU