Bacakan Pleidoi, Setnov Singgung Kedatangan Raja Salman

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menyinggung kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke gedung DPR RI pada Maret 2017 lalu dalam nota pembelaan atau pleidoi yang dibacakannya.

“Kita ketahui, sejak 2013 kuota jemaah haji Indonesia dipotong 20 persen kemudian pada saat kunjungan Raja Salman ke DPR RI saya meminta penambahan kuota jemaah haji bagi Indonesia sebanyak 10 ribu anggota jemaah yang saat ini kuotanya berjumlah 211 ribu jemaah haji. Alhamdulillah, Pemerintah Arab Saudi menyetujui penembahan kuota haji tersebut,” kata Setnov, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (13/4).

Selain mengenai kuota haji, katanya pula, dirinya pun meminta kepada Raja Salman agar bisa mencari solusi terbaik mengenai masalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mana dalam hal ini sering terjadi kekerasan dialami TKI di Arab Saudi.

“Oleh karena itu, saya meminta agar Pemerintah Arab Saudi mau memberikan solusi dengan tetap menghormati hukum Arab Saudi yang berlaku,” katanya lagi.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada Raja Salman untuk melakukan investasi membangun pemondokan haji di Arab Saudi yang diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia.

“Saya terlebih dahulu menyampaikan mengenai investasi ini kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama, dan akhirnya didukung. Tujuan saya menyampaikan investasi pemodokan haji ini karena Indonesia jauh tertinggal dari Malaysia yang ingin membeli lahan di Jeddah, Mekah, dan Madinah pada akhir 2017 untuk membangun kompleks Tabung Haji yang menyediakan terkait pengelolaan haji di Tanah Suci,” ujarnya lagi.

Selain itu, kata dia, tujuan adanya investasi itu Pemerintah Indonesia dapat menurunkan biaya haji.

“Meskipun usulan pembangunan pemondokan bagi jemaah haji Indonesia di Arab saudi belum terwujud sampai sekarang, namun saya sangat berharap usulan ini dapat diwujudkan suatu saat demi kemaslahatan umat Islam di Indonesia,” katanya.

Ia juga mengaku selama menjabat sebagai Ketua DPR RI aktif membina dan membangun hubungan yang baik dengan lembaga-lembaga negara tetangga dengan rutin menerima kunjungan untuk melakukan diskusi dan tukar pendapat guna tercapai tujuan bernegara Republik Indonesia.

Sebelumnya, mantan Ketua DPR RI Setya Novanto dituntut 16 tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012.

Selain hukuman badan, jaksa KPK juga menuntut agar Setya Novanto membayar pidana pengganti senilai 7,3 juta dolar AS dikurangi Rp5 miliar yang sudah dikembalikan, subsider 3 tahun kurungan, dan pencabutan hak politik selama 5 tahun setelah menyelesaikan hukuman pokoknya.

Dalam perkara ini Setnov diduga menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek KTP el. Setya Novanto menerima uang tersebut melalui mantan Direktur PT Murakabi sekaligus keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, maupun rekan Setnov dan juga pemilik OEM Investmen Pte LTd dan Delta Energy Pte Lte yang berada di Singapura, Made Oka Masagung.

Sedangkan jam tangan diterima Setnov dari pengusaha Andi Agustinus dan Direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi, karena Setnov telah membantu memperlancar proses penganggaran.

Total kerugian negara akibat proyek tersebut mencapai Rp2,3 triliun. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Memaknai Indonesia

Serangan Jantung, Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kolesterol

Kolesterol yang tinggi memang penting sebagai faktor risiko, penyebab serangan jantung, tapi perlu diketahui bahwa kolesterol tidak berdiri sendiri, ada faktor risiko lain.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close