Awan Berbentuk Lafal Allah Terlihat di Atas Kawasan Monas Saat Reuni 212

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sebuah fenome yang tak biasa terlihat di atas kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta saat acara Reuni 212, Ahad (2/12) pagi.

Sekelompok awan terlihat membentuk lafal atau tulisan Allah di atas kawasan Monas, persis diatas jutaan peserta yang memenuhi lokasi Reuni 212.

Sebuah video amatir yang diambil salah seorang peserta Reuni 212, beredar sejak siang, Ahad (2/12), memperlihatkan dengan jelas awan tersebut dengan lafal Allah.

“Awan berbentuk Allah di Monas, Subhanallah semoga Allah meridhoi perjuangan kita,” terdengar sayup-sayup suara seorang wanita yang diduga merupakan perekam video tersebut.

Sebagaimana diberitakan, hari ini Ahad (2/12) jutaan umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia memenuhi kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta.

Massa menyemut memenuhi kawasan Monas sejak Sabtu malam, tumpah ruah mengikuti acara yang berlangsung sejak dini hari Ahad hingga siang hari.

Reuni 212 adalah acara silaturahim para peserta Aksi Bela Islam pada 2 Desemebr 2016 silam. Aksi Bela Islam 212 dilakukan dalam rangka membela agama Islam dan menuntut penegakan hukum atas penistaan agama Islam yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta masa itu. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Menggugat Kepedulian Mahasiswa Atas Nasib Bangsa

Publik saat ini bertanya-tanya, apakah Mahasiswa Indonesia dan juga Organisasi Mahasiswa terutama yang bersifat eksternal kampus seperti HMI, GMKI, GMNI,PMKRI, PMII, IMM, KAMMI dan berbagai Ormawa lainnya masih ada?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER