Evan Dimas

Evan Dimas Pamit dari Bhayangkara FC

ASC: Kasus Rohingya Ujian Menuju Komunitas ASEAN

0
33
Pasukan keamanan Myanmar
Pasukan keamanan Myanmar dalam operasinya di Rakhine State. (Foto: Rohingya Vision)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pakar politik ASEAN Studies Center (ASC) Universitas Gadjah Mada Karina Larasati menilai bahwa kasus kekerasan yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya akan menjadi ujian menuju “ASEAN Community” di tahun 2025.

“Inti dari komunitas ASEAN kan adalah integrasi di segala sektor, tidak hanya urusan bisnis atau politik,” kata Karina di Jakarta, Senin (20/10).

Inti dari integrasi ini, tutur Karina melanjutkan, adalah penyatuan pemahaman dan pandangan dari masyarakat negara-negara anggota ASEAN dan saling bekerja sama untuk kesejahteraan kemanusiaan.

Namun, yang terjadi justru tidak seimbangnya proses integrasi yang dilakukan ASEAN hingga sekarang.

“Yang menonjol sampai sekarang hanya kerja sama dan integrasi di bidang ekonomi, politik dan keamanan, sementara bidang sosial masih kurang diperhatikan,” tukas Karina.

Terlebih dengan sikap Myanmar yang cenderung tertutup pada kasus kemanusiaan di negaranya semakin menghambat upaya pengintegrasian dan implementasi komunitas ASEAN.

“Dengan kekehnya mereka dengan sifat tertutup, berarti integrasi kemanusiaan dan HAM belum berjalan dengan baik. Padahal integrasi bidang ini bisa menyentuh dan berdampak ke segala aspek,” ucapnya.

Terkait masalah tersebut, Dewan Keamanan PBB mengutarakan keprihatinan mendalam bahwa pasukan keamanan Myanmar dan warga Myanmar yang main hakim sendiri bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia dan kekejaman di sana.

Dewan Keamanan PBB juga merancang resolusi yang salah satu isinya mendesak Myanmar membuka akses untuk para pekerja kemanusiaan untuk masuk Rakhine dan juga berisi desakan agar para penyelidik HAM PBB diberi akses ke Rakhine untuk melaporkan tuduhan kekejaman dan menyerukan penunjukkan penasihat khusus PBB untuk Myanmar.

Rancangan ini juga berisi desakan kepada Myanmar untuk menerapkan rekomendasi sebuah komisi yang diketuai mantan sekretaris jenderal PBB Kofi Annan yang salah satunya merekomendasikan agar Rohingya mendapatkan hak kewarganegaraan.

Sebanyak 1,1 juta penduduk Rohingya selama berpuluh-puluh tahun mendapatkan perlakuan diskriminatif dari Myanmar, dan sejak 1982 ditolak status kewarganegaraannya sehingga membuat mereka menjadi manusia tanpa negara. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Munas ke-10 KAHMI

Kamrussamad Raih Suara Terbanyak Pada Pemilihan Presidium KAHMI

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (BPP HIPKA) Kamrussamad meraih suara terbanyak pada Pemilihan Presidium Majelis Nasional...
Gebyar Anak Bangsa

Satlantas Polresta Yogyakarta Sosialisasi Keselamatan Anak di Jalan

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Untuk menggugah kesadaran pengguna jalan, Jajaran Satlantas Polresta Yogyakarta terus melakukan sosialisasi keselamatan dalam berlalu lintas. Selain himbauan kepada para pengguna jalan, sosialisasi...
Muhammad Fawaid

Gandeng PKS, Gerindra Siapkan Pasangan EMAS di Pilgub Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra memunculkan nama baru di Pilgub Jatim 2018 mendatang. Nama yang digadang-gadang akan diusung Gerindra bersama partai Koalisinya yaitu Partai...
Kunjungan BPJS

Dirut BPJS Kesehatan Tinjau Pelayanan RS di Medan

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris meninjau RS Bunda Thamrin, Medan yang merupakan salah satu rumah sakit...
Kelompok Kriminal Bersenjata

Polisi Ungkap Aksi Kejahatan Kelompok Separatis di Tembagapura

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Polisi di Provinsi Papua mengungkap aksi kekerasan dan kejahatan yang dilakukan kelompok separatis dari Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN...
Khofifah Indar Parawansa

Spanduk Golkar Dukung Khofifah Bertebaran di Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Spanduk berlambang Golkar mendukung bakal Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah mulai bertebaran di sejumlah titik di Kota Surabaya. Spanduk...