Anies-Sandi Menang di Jakarta Selatan

JAKARTA – Rapat pleno penghitungan suara manual Pilgub DKI Jakarta 2017
tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan digelar di Ballroom Rajawali II
Hotel Ambara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/2) pagi. Rapat
pleno ini juga mengagendakan rapat evaluasi dan klarifikasi penghitungan surat suara dari tingkat Kota Jakarta Selatan.

Paslon nomor 3 Anies-Sandi memenangkan pilgub di Jakarta Selatan dengan
mendapatkan 557.767 suara. Sedangkan Ahok-Djarot memperoleh 465.524 suara dan Agus-Syli mendapat 177.363 suara. Hasil penghitungan manual KPU sesuai dengan hasil pleno tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).  Dari seluruh 10 kecamatan di Jakarta Selatan, diketahui surat suara terpakai berjumlah 1.215.630 dengan rincian 1.200.654 suara. Sdangkan suara tidak sah 14.976 suara.

Hasil penghitungan manual KPU Jakarta Selatan ini berbeda dengan hasil real
quick count KPU Jakarta yang ditampilkan di situs KPU.  Dalam situs tersebut, Anies-Sandi memperoleh 556.890 suara, Ahok-Djarot mendapatkan 464.246 suara, dan Agus-Syli meraih 177.543 suara.

Paslon Anies-Sandi dan Ahok-Djarot meraih hasil suara yang lebih banyak dibanding hasil quick count KPU, sedangkan Agus-Sylvi menurun.

Rapat pleno ini dihadiri oleh seluruh ketua dan anggota KPU Jakarta
Selatan, Panitia Pemungkutan Suara (PPS) dan PPK se-Jakarta Selatan, muspika, Kapolres Jaksel Kombespol Iwan Kurniawan, dan perwakilan walikota Jakarta Selatan. Rencananya hasil penghitungan manual KPU Jakarta Selatan ini akan diserahkan ke KPU DKI Jakarta, Sabtu (25/2) besok.

EDITOR: Rizky

2 KOMENTAR

  1. Bangga gw jadi orang jaksel bukan berarti yang jakarta lain kurang dukung sih tapi di jaksel team curang kurang berhasil aja kalo jujur mah diseluruh jakarta Insha Allah Anies Sandy menang.

    Allahu Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo, Jokowi dan Massa

Bila peristiwa 212 yang penuh makna direvisi pada versi pengkerdilan, sebuah perubahan sosial yang akan terjadi setelahnya sulit diprediksi. Itu seperti terjadi beberapa waktu sebelum keruntuhan rezim Suharto dua dekade lalu.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER