Anies dan Ahok Melaju Putaran Kedua

201
Calon gubernur DKI Jakarta 2017, Ahok dan Anies Baswedan.

JAKARTA– Hingga pukul 17.20 WIB,  penghitungan quick count beberapa lembaga survei mulai terlihat. Hampir pasti pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan memasuki pilkada putara kedua.

Meski keputusan formalnya masih menunggu hasil penghitungan KPU DKI Jakarta, tetapi hampir semua pihak menyebut  kedua pasangan ini masuk ke putaran kedua.

Quick count Pilgub DKI yang dilakukan sejumlah lembaga survei hampir tuntas. Data masuk sudah melewati 90 persen dan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat jadi yang teratas.

Di urutan dua di bawah Ahok-Djarot adalah pasangan cagub cawagub nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Keduanya akan lolos ke putaran dua lantaran tak ada calon yang meraih 50 persen plus satu suara.

Direktur Polmark Indonesia Eep Syaifullah Fattah menegaskan, sampai pukul 17.00 WIB, hasil penghitungan menunjukkan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni meraih 18,4 persen, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat 41 persen, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 40,8 persen. Data masuk adalah 91,25 persen.

“Jadi hampir pasti Pilkada DKI masuk putaran kedua,” tegasnya dalam analisanya di tvOne, Rabu (15/2) petang.

Data lain dari Lingkaran Survei Indonesia menunjukkan, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni 16,9 persen, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat 43 persen, dan  Anies Baswedan-Sandiaga Uno 40,2 persen. Data masuk 95,71 persen.

Sementara Indikator Indonesia merilis Agus Yudhoyono-Sylviana Murni 17,43 persen, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat 42,8 persen, dan  Anies Baswedan-Sandiaga Uno 39,75 persen.

Direktur Eksekutif  Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memastikan, dengan data itu maka Pilkada DKI masuk dua putaran. “Kayaknya data ini bergerak ke manapun, tetap masuk putaran kedua,” tegasnya.

 EDITOR : Yus Arza

 

loading...

1 KOMENTAR

  1. Menurut saya,
    Justru PDIP sengaja memunculkan sosok AA untuk menyerang SBY, sehingga SBY bisa diancam dan dipaksa untuk menyerahkan suara AHY kepada BTP. Jika SBY tidak menyerahkan suara AHY maka siap siap kasus-kasus lama seperti Kasus AA, kasus Hambalang, kasus Century akan siap membawa SBY kepada jeruji.

    Politik itu kejam bro.
    Lawan akan diancam sedangkan kawan akan sayang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama