Ani Yudhoyono: Biarpun Kalah, Saya Bangga pada Agus

SERUJI–  Ani Yudhoyono, Ibunda Agus,  berkomentar setelah anaknya menyatakan menerima kekalahan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta versi hitung cepat.

Dalam akun Instagram pribadinya, Ani menyatakan tetap merasa bangga pada Agus karena tulus ingin membangun Jakarta agar lebih maju.

“Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Biarpun kalah, saya tetap bangga kepada Agus yang dengan niat baik, ketulusan dan pengorbanannya untuk membangun Jakarta agar lebih maju, aman, adil, sejahtera dan bermartabat, selalu mengedepankan “jurus putih”,” tulis dia.

Pernyataan Ani sontak mendapat komentar dari sejumlah netizen. Ada yang justru menyayangkan keputusan Agus keluar dari TNI, adapula yang memberi komentar bernada menyemangati Agus. “Kerenan kemarin jadi tni, gara-gara mau ikut pilkada, enggak kepilih juga. Karir tni jadi korban,” tulis salah satu akun.

“Sangat ksatria mas agus, mengakui kekalahan trimakasih mas agus bljr lbih banyak lagi smangan salam damai slalu,” tulis akun lain.

“Maju terus panyang mundur..we love SBY, AHY,” tulis akun lainnya.

Sebelumnya dalam konferensi pers, Agus mengatakan secara lapang dada menerima kekalahan dalam Pilkada DKI Jakarta setelah beberapa lembaga survei merilis hasil hitung cepatnya.

“Secara kesatria dan dengan lapang dada saya terima kekalahan saya dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta,” kata Agus . Menurut dia, seperti halnya kompetisi-kompetisi lainnya pasti ada pihak yang menang dan kalah, pasti ada suka dan duka. Seluruhnya menurut Agus, adalah realitas kehidupan.

EDITOR : Yus Arza

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.