Meski Hujan, Peserta Aksi Damai 212 Terus Berdatangan ke Gedung DPR/MPR

JAKARTA –  Forum Umat Islam (FUI) dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi damai 212 di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat, Senayan, Jakarta, Selasa, 21 Februari 2017. Mereka menuntut penonaktifan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama lantaran sudah berstatus terdakwa.

Tak hanya itu, massa juga menuntut agar kriminalisasi terhadap ulama dihentikan dan sejumlah tuntutan lainnya. Berdasarkan pantauan SERUJI.co.id, masa terus berdatangan dari berbagai arah.

Kendati kondisi cuaca yang terus diguyur hujan, namun hal itu tak menyurutkan semangat massa. Tampak massa terus berdatangan.

Massa tampak kebanyakan menggunakan jas hujan plastik. Sementara itu, orasi terus terdengar di mobil komando, yang pada intinya meminta Ahok ditangkap.

Jalur arteri Jalan Gatot Subroto dari arah Kuningan ke Slipi, tepatnya depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat ditutup sementara, Hal itu lantaran ada massa aksi 212 yang memadati jalur arteri Jalan Gatot Subroto hingga menutup seluruh bagian jalan depan gedung wakil rakyat itu.

Untuk mengantipasi macet yang semakin parah dari arah Kuningan ke Slipi, polisi Lalu Lintas mengalihkan arus kendaraan bermotor untuk masuk ke ruas Tol Dalam Kota.

Tak hanya kendaraan roda empat, kendaraan roda dua juga tampak dialihkan ke dalam jalan tol tersebut. Sepeda motor yang masuk ke dalam tol akan ke luar di Gerbang Tol Slipi.

EDITOR: Yus Arza

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Publikasi Reuni 212: Kebebasan Pers di Era Media Sosial

Reuni 212 jelas peristiwa besar, jika dilihat banyaknya massa yang berkumpul. Ia juga jelas peristiwa besar jika dilihat dari tertib dan disiplin massa itu. Namun jelas pula Reuni 212 bukan peristiwa netral.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda