Akibat Banjir, Jalan Maros-Makassar Yang Tak Bisa Dilalui Mulai Terbuka

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID – Akses jalan poros Kabupaten Maros menuju Makassar maupun arah sebaliknya pascaterendam banjir mulai terbuka dan arus kendaraan telah bergerak meskipun belum sepenuhnya lancar.

“Sudah bisa dilewati mobil, tapi harus pelan-pelan. Air juga sudah mulai surut di jalanan. Dibanding kemarin sampai siang mobil tidak bisa bergerak sama sekali,” ujar Asmira salah seorang pengendara yang dihubungi di Makassar, Rabu (23/1) malam.

Ia menjelaskan, sejak Selasa (22/3) bersama keluarganya terjebak di jalan poros setempat selama berjam-jam, usai melayat di rumah keluarganya yang meninggal dunia di Kota Pare-pare.

Namun ketika menuju pulang ke Makassar, saat di Bungoro, Kabupaten Pangkep, ratusan kendaraan sudah antre. Bersama keluarganya, ia rela bermalam di dalam kendaraan karena akses jalan tidak bisa dilalui akibat terendam banjir di atas 50 centimeter.

“Ada ratusan kendaaran tidak bisa bergerak sejak sore sampai malam karena jalan tidak terihat hanya air berwarna coklat. Kami terpaksa tidur di mobil dan tidak bisa berbuat banyak. Baru Rabu malam tadi tiba di Makassar,” kata staf Pegawai Negeri DPRD Sulsel itu, yang sudah dua hari terpaksa absen.

Salah satu sopir bus tujuan Kabupaten Pinrang, Awaluddin saat juga dihubungi mengatakan baru bisa mengakses jalan poros Maros petang hari, meski jalan sedikit melambat.

“Dari kemarin sebenarnya jalan. Tapi saat masuk Kota Maros, air tiba-tiba memenuhi jalanan dan tidak bisa dilalui kendaraan, banyak sopir memilih parkir di tempat dan para penumpang mencari tempat untuk istirahat sebagian di mobil,” ujarnya.

Sebelumnya, sebagian wilayah Sulawesi Selatan diguyur hujan deras-sedang disertai angin kencang mulai Senin (21/1) malam hingga Rabu pagi mengakibatan air sungai di Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa meluap hingga meluber ke jalan.

Puluhan kendaraan baik roda dua dan roda empat terpaksa berhenti di jalan Poros Makassar-Maros akibat banjir yang melanda kabupaten itu, bahkan kantor Bupati setempat serta wilayah persawahan ikut terendam banjir.

Dari perkembangan situasi banjir di depan kantor Bupati Maros, Kelurahan Pettuadae Kecamatan Turikale Maros masih belum lancar. Arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup dari kedua arah Maros-Makassar meski air secara pelahan mulai surut.

Untuk wilayah Kota Makassar, kondisi arus lalu lintas di sepanjang jalan poros Perintis Kemerdekaan menuju Kabupaten Maros masih belum normal. Kemacetan parah masih terjadi, sebab arus kendaraan dari arah Maros mulai masuk Makassar terus bertambah. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Apakah ada Perda yang secara khusus disebut “Perda Syariah”, misalnya, Perda Provinsi Banten Nomor 10 Tahun 2018 tentang Syariah? Perda semacam itu tidak ada, dan belum pernah dijumpai di daerah manapun di tanah air kita ini. Demikian pula tentang Undang-Undang Syariah, adakah di negara kita ini? Sepanjang pengetahuan saya, UU seperti itu tidak ada.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER