Ajak Adu Program, KH Ma’ruf Imbau Tak Politisasi Agama dalam Pilpres

1
23
  • 8
    Shares
KH Ma'ruf Amin (tengah) bersama Ketum NU KH Said Agil (kanan) dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (kiri). (foto:istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin meminta seluruh pihak tidak membawa isu agama dalam menghadapi kontestasi politik, khususnya Pilpres 2019.

“Ya kita jangan membawa isu agama lah,” jelas KH Ma’ruf, di Ponpes Krapyak, Bantul, Yogya, Ahad (14/10).

Hal itu disampaikan KH Ma’ruf menanggapi seruan sejumlah tokoh agar tidak melakukan politisasi agama dalam Pilpres.

KH Ma’ruf menekankan karena masyarakat Indonesia plural, mestinya yang dilakukan adalah menjaga keutuhan bangsa termasuk juga memikirkan bagaimana pemberdayaan ekonomi ke depan.

Menurut KH Ma’ruf, lebih baik setiap┬áseluruh pihak mempromosikan program kerja yang dimilikinya, daripada saling menjelekan.

“Enggak usah saling menjelekan. Enggak usah memaki-maki, mendiskreditkan. Masing-masing jualan programnya. Jualan tokohnya saja,” katanya.

Di Ponpes Krapyak, Bantul, Yogyakarta, KH Ma’ruf menjenguk putra pendiri Ponpes Krapyak almarhum KH Ali Maksum, KH Atabik Ali Maksum yang tengah terbaring sakit. KH Ma’ruf juga bersilaturahmi dengan sahabat dan kolega lainnya.

“Saya bertemu Nyai Ida selaku istri dari Kiai Zainal Abidin, dengan Nyai Warsun selaku istri Kiai Warsun, dan cucu Kiai Al Munawir, Kiai Najib,” jelasnya.

KH Ma’ruf menjelaskan, Nyai Ida adalah tokoh yang bersama-sama dengan dirinya dalam pengembangan ekonomi syariah terutama bank syariah. Suami Ida, Kiai Zainal Abidin seorang ulama yang sering hadir bersama dirinya di berbagai acara halaqah.

Sementara Kiai Najib, cucu Kiai Al Munawir yang juga salah seorang Rais Syuriah di PBNU.

“Jadi saya bertemu dengan sahabat saya, dengan kolega saya,” tukasnya. (Ant/SU01)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU