Ahok Kalah Telak Diseluruh TPS yang Berada di Wilayah FPI

JAKARTA – Pasangan petahana di Pilakada DKI Jakarta 2017 putaran kedua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat, kalah telak di sejumlah TPS di wilayah Front Pembela Islam (FPI), Petamburan, Jakarta Pusat.

Dari empat TPS yang dipantau SERUJI pada Rabu (19/4) Ahok hanya menang di satu TPS, dengan selisih tipis. Selebihnya, perolehan suara pasangan Anis Baswedan-Sandiaga Uno unggul telak.

Di TPS 10, Ahok-Djarot hanya memperoleh 78 suara,sedang Anis-Sandi 577 suara dari 658 pemilih yang menggunakan haknya sementara tiga kertas suara dinyatakan tidak sah. Di TPS 17 tempat Habib Rizieq Syihab mencoblos, Ahok unggul 286 suara, sementara Anies-Sandi mendapat 250 suara, dan 11 suara tidak sah dari 547 pemilih yang menggunakan haknya.

Sementara itu di TPS 25, Ahok memperoleh 128 suara, jauh tertinggal dari pasangan Anies-Sandi yang meraup 366 suara dari 495 pemilih. Sebanyak dua surat suara dinyatakan tidak sah di TPS ini.

Kemenangan sangat telak juga diperoleh Anies-Sandi di TPS 18 dengan perolehan 407 suara, sementara Ahok-Djarot hanya meraih 31 suara dari 438 warga yang menggunakan hak pilihnya dan sebanyak empat kertas suara dinyatakan tidak sah.

Terkait dengan kemenangan Ahok di TPS 17, Warga mengatakan hal itu disebabkan tempat dimana TPS berada merupakan basis non Muslim.

“Jadi, kalau di TPS ini Ahok menang, ya, wajar,” kata Jazuli, warga setempat.

Selain itu, kalahnya suara pasangan nomor urut tiga, di TPS 17 yang berada di kawasan Gereja Bethel Indonesia (GBI), disebabkan adanya kebijakan penggabungan Petamburan 3 dan 5 ke TPS 17 pada Pilkada 2017. Akibat penggabungan ini jumlah pemilih non Muslim jauh lebih banyak dari Muslim. Dalam pilkada sebelumnya, pemilih di Petamburan 3 dan Petamburan 5 memiliki TPS sendiri.

Suasana penghitungan suara yang dimulai pada pukul 13:00 WIB,sangat tertib namun semarak. Setiap pasangan Anies-Sandi mendapat suara, ada saja warga yang meneriakkan: “Takbir!” Dan dibalas warga lain dengan “Allahu Akbar!”.

 

CJ: Maman Rohman

2 KOMENTAR

  1. Alhamdulillah. Dan saya meyakini perolehan suara Anis-Sandi diatas 50% merupakan buah dari kejujuran. Tapi perolehan suara Ahok-Basuki diatas 40% sebagian besar merupakan hasil dari kecurangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER