Wali Kota Malang: Jadilah Pencetak Lapangan Kerja

0
23
abah anton
Walikota Malang Moch Anton atau yang akrab disapa Abah Anton.

MALANG, SERUJI.CO.ID –  Wali Kota Malang Moch Anton menyarankan anak-anak muda di wilayahnya menjadi pencetak lapangan kerja, bukan pencari kerja.

“Kita akan menerima bonus demografi. Kondisi ini bisa positif dan bisa negatif bila tidak dikelola dengan baik. Oleh karenanya kepada generasi muda saya tekankan jangan hanya sebatas sebagai pencari kerja, tapi jadilah pencetak lapangan kerja,” kata Moch Anton di hadapan forum temu bisnis di gedung Smesco Jakarta, Sabtu (9/12) malam.

Anton mengemukakan anak-anak muda di Kota Malang sudah bertransformasi ke arah sana (pencetak lapangan kerja). Hal ini dibuktikan dengan makin banyaknya ekonomi kreatif dan wirausaha baru dari kalangan generasi millenia.

Kondisi itu juga terpotret dari data statistik yang mencatat penurunan angka pengangguran terbuka di Kota Malang, dari 43,62 persen menjadi 29,60 persen. Ini terkontribusi dari tumbuh dan berkembangnya ekonomi kreatif di kota pendidikan itu.

Di hadapan Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Duta Koperasi Dedi Gumelar dan Dewi Motik, pengurus KADIN dan HIPMI, Wali Kota Anton menyampaikan stabilitas ekonomi Kota Malang dan kelaikan usaha.

Kelaikan usaha tersebut di antaranya tergambar dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 80,46 persen, pertumbuhan ekonomi 5,6 persen serta laju inflasi yang di bawah angka 3 persen.

Tak hanya Anton, anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah pun meyakinkan hadirin bahwa Kota Malang adalah kota layak untuk berusaha.

“Bisnis Anang Karaoke pertama kali didirikan di Kota Malang, bahkan karaoke keluarga ini yang memelopori pembayaran royalti untuk lagu-lagu yang dibawakan di layanan Anang Karaoke,” kata Anang.

Menurut Anang, pertimbangannya Arek arek (anak-anak) Malang adalah arek yang menghargai musik dan karakter akademisnya sangat tinggi. Ia mengaku tidak salah pilihan untuk menjadikan Kota Malang sebagai prototipe usahanya yang sekarang sudah berkembang di 10 kota lainnya.

Itu semua, kata Anang, karena distimulus prospek bisnis di Kota Malang, bahkan sekarang bisnis suami Ashanty itu mulai ekspansi ke ranah yang lain, yakni bisnis kue A Six di Bumi Arema.

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....