Survei BI: Penjualan Retail Diperkirakan Makin Lemah Pasca Lebaran


JAKARTA – Momen Ramadhan dan Lebaran tahun ini telah membuat tren penjualan eceran atau retail meningkat pada periode Mei hingga Juni 2017, meski pertumbuhannya tak setinggi tahun lalu. Bahkan, trennya diprediksi justru akan merosot setelah Lebaran.

Survei Bank Indonesia menunjukkan, Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Mei 2017 yang tumbuh 4,3 persen dibandingkan Mei 2016 (year on year/yoy). Angka itu lebih tinggi dibandingkan 4,2 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Peningkatan penjualan ritel terutama terjadi pada kelompok makanan yang tumbuh 9,7 persen (yoy), lebih tinggi dari 8,4 persen (yoy) pada April 2017, seperti yang dikutip pada situs resmi Bank Indonesia, bi.go.id, Rabu (12/7).

Pertumbuhan penjualan eceran yang meningkat diperkirakan berlanjut pada Juni 2017, sebagaimana tercermin dari indeks yang tumbuh menjadi 6,7 persen (yoy).

Peningkatan penjualan ritel terjadi baik pada kelompok komoditas makanan maupun non makanan yang masing-masing diperkirakan tumbuh sebesar 10,9 persen (yoy) dan 0,5 persen (yoy).

“Hal tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri,” demikian dikutip dari pernyataan resmi Bank Indonesia, pada Rabu (12/7).

Penjualan eceran mulai membaik sepanjang periode pada triwulan II-2017 dibandingkan kondisi di awal tahun. Namun, tingkat pertumbuhannya masih jauh lebih rendah dari periode yang sama di tahun 2016 yang mencapai pertumbuhan tertinggi 16,3 persen (yoy) pada Juni 2016.

Hanya saja, responden memperkirakan penjualan eceran pada tiga bulan mendatang (Agustus 2017) menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) 3 bulan yang akan datang sebesar 137,7 lebih rendah dibandingkan 141,5 pada bulan sebelumnya.

Perlambatan penjualan juga diperkirakan terjadi pada November 2017, terindikasi dari penurunan IEP enam bulan sebesar 1,9 poin dari 131,7 menjadi 129,7.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengakui bahwa penjualan eceran pada masa Ramadhan hingga Lebaran tahun ini di bawah harapan.

Menurut catatan Aprindo, perayaan Idul Fitri hanya membawa pertumbuhan retail di kisaran 5-6 persen.

“Padahal di tahun-tahun sebelumnya selalu dobel digit,” tutur Roy. (JarotS/IwanY)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Divestasi Freeport

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close