Perajin Bambu Brajan Butuh Pelatihan Pemasaran Online

0
90
  • 13
    Shares
Hasil kerajinan tangan bambu produk UMKM Desa wisata Brajan (Foto: bambubrajan.com)

SLEMAN, SERUJI.CO.ID – Perajin bambu di Desa Wisata Brajan, Sendangagung, Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengharapkan adanya pelatihan pemasaran sistem dalam jaringan (daring) untuk memasarkan produk-produk mereka.

“Selama ini berbagai hasil kerajinan dari bambu yang diproduksi puluhan warga di sini hanya disetorkan ke pengepul atau pemesan,” kata salah satu perajin bambu, Trianto, di Sleman, Sabtu.

Sejumlah perajin berharap ada pelatihan pemasaran sistem daring agar produk-produk kerajinan mereka dapat menembus pasar yang lebih luas.

Ia mengatakan pelatihan-pelatihan mengenai pemasaran secara daring memang sudah banyak ia terima, baik dari lembaga-lembaga pendidikan di Yogyakarta maupun pemerintah daerah setempat.

Hanya saja, ujarnya, memang masih butuh pendampingan hingga benar-benar paham dan mampu dalam pemasaran sistem daring.

“Sampai sekarang masih belum bisa. Kadang anak-anak yang memasarkan melalui Facebook atau media sosial lainnya,” katanya. Trianto berharap dengan lebih mengembangkan pemasaran, bisnis yang sudah dijalani puluhan tahun itu bisa bertahan dari persaingan.

“Harapannya lebih maju dibandingkan dulu-dulu. Pemasaran bisa lebih luas,” katanya.

Ia mengatakan kerajinan bambu produksinya, seperti lampion, tempat tisu, tempat nasi, topi. Pengepul memesan berbagai produk itu untuk kembali dijual ke pasar-pasar dan toko kerajinan.

“Selama ini dijual langsung di Pasar Beringharjo Yogyakarta,” katanya.

Perajin bambu lainnya, Nyonya Sunar (55), mengatakan jumlah perajin yang ada di kampung wisata kerajinan bambu itu lebih dari 50 tempat. Bisnis di tempat tersebut sudah dilakukan puluhan tahun silam secara turun temurun.

“Sudah ada sejak dulu, nenek moyang. Turun-temurun sampai sekarang sebagai perajin bambu,” katanya. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU