Pelaku Usaha Babel Wajib Gunakan Bahasa Indonesia

PANGKALPINANG, SERUJI.CO.ID – Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewajibkan pelaku usaha menggunakan Bahasa Indonesia dalam memberi nama usahanya guna mengedukasi masyarakat di daerah itu agar berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Kita mewajibkan pelaku usaha menggunakan Bahasa Indonesia agar masyarakat memiliki kesadaran untuk tertib berbahasa,” kata Kepala Kantor Bahasa Kepulauan Babel, Hidayatul Astar di Pangkalpinang, Senin (16/10).

Ia menjelaskan, sejauh ini penggunaan Bahasa Indonesia oleh masyarakat sudah cukup baik, namun edukasi dari pelaku usaha agar tertib menggunakan Bahasa Indonesia masih minim karena masih banyak yang menggunakan nama asing.

“Sekarang banyak pelaku usaha merasa lebih bangga menggunakan bahasa asing untuk mengenalkan usahanya, seperti Bangka Trade Center (BTC) itu seharusnya cukup dengan pusat perbelanjaan saja, juga Bes Cinema Square, cukup bioskop saja,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Hidayatul memastikan pihaknya akan bekerja sama dan berkoordinasi dengan gubernur dan wali kota/bupati untuk menyurati para pelaku usaha agar mereka yang selama ini menggunakan nama asing untuk usahanya, bisa mengubah nama usahanya menggunakan bahasa Indonesia.

“Kewajiban ini bukan berarti kita menghalangi orang berusaha, namun mengajak mereka untuk mengedukasi masyarakat agar tertib berbahasa, kapanpun, dan dimanapun tempatnya,” ujarnya.

Hidayatul Astar menambahkan, penggunaan bahasa sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak yang menjadi generasi penerus, karena dari bahasa juga karakter seseorang bisa berubah.

“Sebagai warga negara Indonesia yang menetap di Indonesia kita harus mengajak masyarakat untuk mengutamakan bahasa Indonesia. Sesuai motto kita, utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER