Masa Depan Cerah Jual Beli Online

8
321

SURABAYA – Revolusi digital yang sedang melanda dunia kini juga sedang melanda negara tercinta kita, Indonesia. Hampir semua sektor lini kehidupan sedang berlomba-lomba untuk turut andil memanfaatkan dan menikmati euforia kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi ini. Tak terkecuali dengan dunia niaga, yang mungkin belasan tahun yang lalu, kita masih belum terfikirkan sama sekali, untuk membeli sebuah produk cukup hanya dengan menggunakan satu jari saja, lalu barang pesanan sudah sampai di rumah dan siap untuk dikonsumsi maupun digunakan.

Dulu, saat kita mau membeli sebuah produk baru, kita dibuat cukup repot sekaligus bingung akan informasi produk tersebut, kita mesti banyak bertanya sana sini, bahkan kadang harus mendatangi terlebih toko ataupun gerai produk tersebut untuk ‘konsultasi’ terkait dengan harga, kualitas, garansi dan tentunya bisa ‘kompatible’ atau tidaknya dengan apa yang kita butuhkan. Kini, semua itu tinggal ‘kenangan indah’ saja, karena semua kebutuhan dan segala proses diatas tadi bisa selesai dan terjawab hanya dengan satu jari, Googling..!

Pelan tapi pasti, kebiasaan transaksi manual, jual beli konvensional, bahkan kontrak kerjasama dengan perusahaan yang berasal dari luar negeri, juga aplikasi sebuah perjanjian dengan nilai ratusan juta pun tak harus bertemu face to face antara pihak yang berkepentingan, cukup scan, email dan done. Sekali lagi, sesuatu yang demikian mungkin belum terpikirkan sama sekali belasan tahun yang lalu.

Tak dapat dipungkiri, bahwa Indonesia mempunyai masa depan yang cerah dengan fenomena ‘Jual Beli On Line’ ini. Menurut IDC (International Data Corporation) bahwa e-commerce di Indonesia diperkirakan tumbuh 42% per tahun, ini menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN. Malaysia 14%, Thailand 22%, dan Filipina 28%. Ya, Indonesia sedang menuju “Surga Jual Beli Online”.

Ada banyak jenis dan model jual beli via dunia maya ini, mulai dari merebaknya situs-situs penyedia lapak online, juga ada marketpalace, bahkan situs-situs media sosial yang awalnya dibuat dan didisain untuk situs pertemanan dan sosial, kini pun dibanjiri produk-produk mulai dari kelas menengah ke atas sampai produk menengah ke bawah. Semuanya berbaur jadi satu berebut dan mencari konsumen melalui group-group maupun fanpage. Dengan berbagai metode pembayaran mulai dari memakai kartu kredit, ATM sampai COD (Cash On Delivery). Dan yang mengembirakan sebenarnya adalah indeks kepercayaan masyarakat atas transaksi online ini terus meningkat setiap tahunnya.

The Nielsen Global Survey of E-Commerce di laman webnya merilis hasil survey, bahwa konsumen Online Shopping di Indonesia menduduki angka teratas adalah untuk reservasi penerbangan mencapai angka 55%. Selanjutnya pada posisi kedua reservasi hotel mencapai 46%. Ebook dan kebutuhan Appareal and Fashion 40% dan 37%. Dan yang terakhir Tiket Even mencapai 34%. Penggunaan perangkat pun sangat bervariasi dalam bertransaksi *Online Shoping* ini. Gadget Smartphone menduduki angka teratas yakni mencapai 61%.
Kemudian Dekstop & Laptop sebesar 58%, lalu Tablet 39%.

Sekarang tugas Pemerintah bagaimana memberi ruang hidup dan juga selalu mengawal the growth of online shopping di negeri yang berpenduduk terbesar ke-empat di dunia ini. Kebutuhan akan kebijakan yang bersahabat dan juga melindungi hak-hak konsumen, sangat diperlukan. Agar iklim dan ecosystem-nya selalu terjaga dan terus tumbuh. Terutama juga dalam memacu munculnya para pelaku bisnis startup dalam negeri. Jangan sampai momentum dan euforia yang positif ini dimanfaatkan hanya oleh pelaku-pelaku asing
yang akhirnya kita hanya jadi penonton dan konsumen di negerinya sendiri. (Abdul Kholik)

EDITOR: Iwan Y

BAGIKAN
loading...

8 KOMENTAR

  1. ada satu masalah yg ga pernah selesai dr dulu, dan lebih penting dr Tax Amnesty, yaitu pengenaan pajak pada transaksi online dan jg pengenaan pajak penghasilan bagi penjual di media online, karena potensi penerimaan pajaknya sangat tinggi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...