Masa Depan Cerah Jual Beli Online

8
339

SURABAYA – Revolusi digital yang sedang melanda dunia kini juga sedang melanda negara tercinta kita, Indonesia. Hampir semua sektor lini kehidupan sedang berlomba-lomba untuk turut andil memanfaatkan dan menikmati euforia kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi ini. Tak terkecuali dengan dunia niaga, yang mungkin belasan tahun yang lalu, kita masih belum terfikirkan sama sekali, untuk membeli sebuah produk cukup hanya dengan menggunakan satu jari saja, lalu barang pesanan sudah sampai di rumah dan siap untuk dikonsumsi maupun digunakan.

Dulu, saat kita mau membeli sebuah produk baru, kita dibuat cukup repot sekaligus bingung akan informasi produk tersebut, kita mesti banyak bertanya sana sini, bahkan kadang harus mendatangi terlebih toko ataupun gerai produk tersebut untuk ‘konsultasi’ terkait dengan harga, kualitas, garansi dan tentunya bisa ‘kompatible’ atau tidaknya dengan apa yang kita butuhkan. Kini, semua itu tinggal ‘kenangan indah’ saja, karena semua kebutuhan dan segala proses diatas tadi bisa selesai dan terjawab hanya dengan satu jari, Googling..!

Pelan tapi pasti, kebiasaan transaksi manual, jual beli konvensional, bahkan kontrak kerjasama dengan perusahaan yang berasal dari luar negeri, juga aplikasi sebuah perjanjian dengan nilai ratusan juta pun tak harus bertemu face to face antara pihak yang berkepentingan, cukup scan, email dan done. Sekali lagi, sesuatu yang demikian mungkin belum terpikirkan sama sekali belasan tahun yang lalu.

Tak dapat dipungkiri, bahwa Indonesia mempunyai masa depan yang cerah dengan fenomena ‘Jual Beli On Line’ ini. Menurut IDC (International Data Corporation) bahwa e-commerce di Indonesia diperkirakan tumbuh 42% per tahun, ini menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN. Malaysia 14%, Thailand 22%, dan Filipina 28%. Ya, Indonesia sedang menuju “Surga Jual Beli Online”.

Ada banyak jenis dan model jual beli via dunia maya ini, mulai dari merebaknya situs-situs penyedia lapak online, juga ada marketpalace, bahkan situs-situs media sosial yang awalnya dibuat dan didisain untuk situs pertemanan dan sosial, kini pun dibanjiri produk-produk mulai dari kelas menengah ke atas sampai produk menengah ke bawah. Semuanya berbaur jadi satu berebut dan mencari konsumen melalui group-group maupun fanpage. Dengan berbagai metode pembayaran mulai dari memakai kartu kredit, ATM sampai COD (Cash On Delivery). Dan yang mengembirakan sebenarnya adalah indeks kepercayaan masyarakat atas transaksi online ini terus meningkat setiap tahunnya.

The Nielsen Global Survey of E-Commerce di laman webnya merilis hasil survey, bahwa konsumen Online Shopping di Indonesia menduduki angka teratas adalah untuk reservasi penerbangan mencapai angka 55%. Selanjutnya pada posisi kedua reservasi hotel mencapai 46%. Ebook dan kebutuhan Appareal and Fashion 40% dan 37%. Dan yang terakhir Tiket Even mencapai 34%. Penggunaan perangkat pun sangat bervariasi dalam bertransaksi *Online Shoping* ini. Gadget Smartphone menduduki angka teratas yakni mencapai 61%.
Kemudian Dekstop & Laptop sebesar 58%, lalu Tablet 39%.

Sekarang tugas Pemerintah bagaimana memberi ruang hidup dan juga selalu mengawal the growth of online shopping di negeri yang berpenduduk terbesar ke-empat di dunia ini. Kebutuhan akan kebijakan yang bersahabat dan juga melindungi hak-hak konsumen, sangat diperlukan. Agar iklim dan ecosystem-nya selalu terjaga dan terus tumbuh. Terutama juga dalam memacu munculnya para pelaku bisnis startup dalam negeri. Jangan sampai momentum dan euforia yang positif ini dimanfaatkan hanya oleh pelaku-pelaku asing
yang akhirnya kita hanya jadi penonton dan konsumen di negerinya sendiri. (Abdul Kholik)

EDITOR: Iwan Y

Komentar

BACA JUGA
Jiwa Seni Puti Guntur

Bertemu Seniman, Puti Soekarno Berkisah Tentang Jiwa Seni Kakek dan Keluarganya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno bertemu dengan kalangan seniman yang tergabung Forum Masyarakat Seni Indonesia (Formasi)...
Relawan Gus Ipul

60 Kelompok Relawan Siap Menangkan Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 60 kelompok relawan pendukung calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur siap memenangkan paslon tersebut di kontestasi Pilgub 2018. Para...
Mediator kesehatan

Mediator Kesehatan Diharapkan Mampu Memediasi Perselisihan di Bidang Kesehatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya bersama Jimly School of Law and Goverment berupaya mengembangkan profesi mediator kesehatan. "Ini dinilai penting sebagai upaya...
buku Boko Haram

Bedah Buku Boko Haram: Indonesia Harus Belajar Pengalaman Nigeria

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Centre For Statecraft and Citizenship Studies (CSCS) Universitas Airlangga, Rosdiansyah menangkap pesan utama dari buku “BOKO HARAM: The History of...
persiba

Persiba Gagal Bendung Ketangguhan Sriwijaya FC

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Tuan rumah Persiba Balikpapan gagal membendung ketangguhan Sriwijaya FC dan menyerah 0-1 pada pertandingan babak penyisihan Grup B turnamen Piala Gubernur Kalimantan...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...