Lembaga Keuangan Diminta Ikut Kembangkan UMKM Jateng

SEMARANG, SERUJI.CO.ID –¬†Berbagai lembaga keuangan diminta ikut berperan aktif mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah, atau UMKM yang tersebar di Provinsi Jawa Tengah.

“Salah satu persoalan yang dihadapi para pelaku UMKM adalah keterbatasan modal, kalau memang layak untuk mendapatkan pinjaman modal dari lembaga keuangan, ayo kita bantu, jangan dipersulit,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono di Semarang, Rabu (21/2).

Ia menyebutkan, saat ini banyak UMKM yang “feasible”, tapi belum “bankable” sehingga kesulitan mendapatkan pinjaman modal dari perbankan maupun lembaga keuangan lainnya.

Menurut Sekda, para pelaku UMKM harus dibantu untuk mendapatkan akses permodalan agar usahanya terus berkembang dan berdampak pada penyerapan tenaga kerja, serta mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

“Upaya pengembangan industri jasa keuangan tidak hanya fokus pada sektor keuangan, tapi harus diawali dengan pemberdayaan ekonomi, baik mikro, kecil, menengah, maupun ekonomi skala besar, terlebih di Jateng yang menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi adalah sektor UMKM,” ujarnya.

Tidak hanya terkait permodalan, kata Sekda, pengembangan UMKM juga harus memperhatikan sumber daya manusia sehingga Dinas Koperasi dan UMKM diharapkan semakin menggencarkan pelatihan dan pendampingan terhadap para pelaku UMKM.

“Tidak kalah penting adalah mengawal pemasaran produk supaya usaha tidak bangkrut karena bisa produksi tapi tidak mampu memasarkan,” katanya. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER