Jamkrida Sumsel Tingkatkan Penjaminan Kredit Pelaku UMKM


PALEMBANG, SERUJI.CO.ID – Badan Usaha Milik Daerah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) berupaya meningkatkan penjaminan kredit pelaku UMKM.

Pada tahun ini ditargetkan 10 ribu penjaminan kredit UMKM lebih banyak dari tahun sebelumnya 7.000 lebih pelaku usaha mikro kecil dan menengah, kata Direktur Utama PT (Jamkrida) Sumatera Selatan Dian Askin Hatta, di Palembang, Selasa (23/1).

Dia menjelaskan keberadaan PT Jamkrida Sumsel sekarang ini semakin dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM yang selama ini sulit memperoleh pinjaman dari perbankan karena tidak memiliki agunan atau jaminan kredit.

Pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan untuk mendapatkan kredit, akan difasilitasi ke sejumlah bank yang menjalin kerja sama dengan PT Jamkrida.

“Beberapa bank dan lembaga keuangan yang bekerja sama untuk memfasilitasi pelaku UMKM memperoleh kredit yakni Bank Sumsel Babel, Bank DKI, BPR Kota Palembang, dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB),” kata Dian Askin Hatta.

Menurut dia, dengan adanya PT Jamkrida, pelaku UMKM yang serius menjalani usaha dan berupaya melakukan pengembangan tidak perlu khawatir untuk mengajukan pinjaman modal usaha kepada pihak perbankan dan lembaga pengelola dana bergulir (LPDB).

Kegiatan usaha yang selama ini bisa berjalan dengan baik, namun sulit melakukan pengembangan karena keterbatasan modal usaha dan tidak memiliki aset berharga yang bisa dijaminkan untuk mendapatkan kredit, tidak perlu khawatir karena kreditnya akan dijamin perusahaan daerah ini.

Untuk menjamin kredit pelaku UMKM, pada tahun ini dia mengalokasikan dana jaminan kredit sekitar Rp500 miliar.

“Alokasi dana jaminan kredit tersebut akan diupayakan lebih besar lagi, sehingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang difasilitasi mendapatkan kredit dari perbankan jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” ujar Askin. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close