DPRD Surabaya Sesalkan Banyak UKM Tidak Produktif

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pimpinan DPRD Kota Surabaya menyesalkan banyaknya usaha kecil menengah (UKM) di Kota Pahlawan khususnya yang ada di eks lokalisasi Dolly tidak produktif.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Dharmawan, di Surabaya, Senin (11/12), mengatakan di bekas lokalisasi Dolly terdapat sekitar 34 UKM, namun saat ini hanya sekitar sepuluh UKM yang masih berjalan.

“Kemana sisanya? Setelah ditelusuri mereka tidak lagi bisa menjalankan roda UKM. Mereka berhenti berproduksi, karena produk-produknya tidak terserap pasar,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mendorong pemerintah kota lebih peduli dengan keberadaan UKM. Kepedulian itu bisa diwujudkan misalnya dengan mewajibkan seluruh kantor pemerintah di lingkungan Pemkot Surabaya, untuk menggunakan produk hasil UKM setempat.

Ia mencontohkan produk UKM seperti batik, sandal dan sepatu diharapkan bahan maupun pakaian yang dipakai aparatur sipil negara (ASN) bisa dari pengrajin batik di Dolly. Sejumlah souvenir juga bisa diambilkan dari pengrajin Dolly untuk tamu dari luar kota hingga luar negeri.

“Harus didorong demikian. Selama ini Pemkot Surabaya belum sepenuhnya mengapresiasi produk UKM hadir di kantor pemerintah kota,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, di kantor-kantor pemkot setiap hari pasti ada rapat. Tentunya hal itu bisa dimanfaatkan dengan menyediakan makanan dari produk olahan dan hasil UKM.

“Saya jamin setiap hari ada puluhan kantor yang menggelar rapat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata dia, Pemkot Surabaya juga bisa mengajak para tamu tersebut untuk datang ke kawasan eks Dolly melihat kegiatan produksi para pelaku UKM di sana.

Di sisi lain, banyaknya pesanan produk UKM juga akan menarik pekerja untuk bisa bergabung dengan UKM itu.

“Dengan UKM yang berkembang, kebutuhan pekerja semakin banyak. Kan bisa mempekerjakan masyarakat sekitar,” katanya.

Persoalan klasik seperti kekurangan modal dan pangsa pasar, kata dia, bisa diatasi Pemkot Surabaya dengan cara dicarikan bantuan kredit lunak dan tanpa agunan agar UKM tersebut kembali berdaya.

Adanya sejumlah solusi itu, lanjut dia, UKM di Dolly diharapkan bisa berkembang dan terkenal. Masyarakat di sekitar kawasan Dolly pun juga bisa semakin sejahtera.

“Tanpa kepedulian yang lebih dari pemkot, kami khawatir UMKM di eks lokalisasi Dolly pelan-pelan akan mati suri,” katanya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan sejak lokalisasi Dolly dialihfungsi oleh Pemkot Surabaya pada Juni 2014 lalu, beberapa warga di sana yang telah mendapatkan pelatihan usaha dari Pemkot, kini telah mandiri dan bertumbuh menjadi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) sukses.

“Saya senang sekali, warga di sana punya kemauan untuk sukses. Ditantang sedikit (untuk sukses), langsung keluar kreativitasnya. Jadi berpikirnya tidak linier tetapi out of the box,” ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close