Bank Banten Luncurkan Kredit Usaha Bangun Banten

SERANG, SERUJI.CO.ID – Sebagai komitmen memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Banten, Bank Banten meluncurkan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yaitu Kredit Usaha Bangun Banten di Kantor Pusat Non Operasional (KPNO) Bank Banten, Lingkungan Kemang Sumur Pecung, Kota Serang, Jum’at (13/10).

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Agus Mahesa, mengatakan,peluncuran Kredit Usaha Bangun Banten merupakan langkah awal dari salah satu strategi Bank Banten dalam mendukung pengembangan sektor UMKM khususnya dalam hal permodalan.

“Secara khusus dalam kredit ini kami fokus di Wilayah Provinsi Banten, sesuai dengan misi dari Bank Banten itu sendiri yakni, mendukung program pembangunan untuk pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat Banten dan bersinergi dengan salah satu misi Provinsi Banten yakni meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi,” ucapnya.

Kredit Usaha Bangun Banten adalah kredit usaha yang diberikan kepada pengusaha UMKM untuk membiayai kebutuhan modal kerja dan investasi dengan menyesuaikan kebutuhan dan target marketnya.

“Ada tiga skim kredit yang ditawarkan yaitu kredit ritel bagi pengusaha UMKM dengan plafond Rp 5 juta hingga 500 juta melalui produk Bangun Tunas, Bangun Mandiri, dan Bangun Sejahtera,” tuturnya.

Selain itu, diterangkan Fahmi, Bank Banten juga menyalurkan kredit Linkage yaitu kredit yang ditujukan kepada lembaga pembiayaan Bank dan Non Bank yang ada di Provinsi Banten.

“Untuk mendukung program kerja Pemprov Banten dalam memajukan UMKM kami juga memberikan kredit program yang ditujukan untuk asosiasi dan perkumpulan yang ada di Banten yang tergabung dalam naungan UMKM Pemprov Banten,” terangnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia pada Februari 2017 penyaluran kredit UMKM tumbuh sebesar 10,17% (yoy) dengan nominal yang disalurkan mencapai Rp 34,78 Triliun atau 13,47 % dari total kredit yang disalurkan Provinsi Banten.

Dijelaskan, Fahmi, portofolio pembiayaan Bank Banten kepada UMKM secara nasional per September 2017 telah mencapai 2,4 Triliun yang disalurkan kepada 3500 pelaku usaha. Sementara, kata dia, untuk di Banten telah tersalurkan kredit sebesar Rp 135 Milyar kepada 1400 pelaku UMKM.

“Dengan jumlah potensi UMKM di wilayah Banten sebanyak 108.000 pelaku usaha, saya optimis dengan diluncurkannya produk UMKM di wilayah Banten dapat meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Bangun Banten sesuai target yaitu Rp 300 miliar,” tandasnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Banten Ranta Soehartaz mengungkapkan, bahwa dengan mengembangkan UMKM melalui Bank Banten tidak akan mengalami resiko kerugian karena ada jaminan dari Jamkrida dan Jasindo.

Lanjutnya, peluang terbesar pangsa UMKM adalah dengan bekerja sama dengan e-commerce, salah satunya Tokopedia. Dengan penghasilan sebesar 10,9 USD atau setara Rp. 1,41 triliun.

“Pemerintah akan terus berikan dukungan kepada Bank Banten. Akan ada tambahan modal untuk UMKM di tahun depan. Saya kira wagub lagi mengkaji hal itu,” pungkasnya. (Rizki/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inkusif

Saya sendiri berpendapat bahwa dasar negara Republik Indonesia Pancasila sudah sangat memadai sebagai kesepakatan bersama menuju tatanan bernegara yang demokratik sekaligus mewadahi religiusitas inklusif dari segenap warga negara Indonesia termasuk didalamnya mayoritas ummat Islam.

Konsisten Kemaruk Kekuasaan

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER