Prediksi Produksi Kedelai Naik Dua Kali Lipat, Kementan: Kualitas Lebih Unggul dari Impor


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) memprediksi produksi kedelai nasional meningkat dua kali lipat tahun ini. Hal itu terjadi karena Indonesia mampu mendorong Perluasan Areal Tanam baru (PATB) pada lahan-lahan kehutanan, lahan sawah musim kering, mengembangkan pola Bule (tumpang sari tebu-kedelai), dan lahan bekas tambang.

Selain itu, Kementan juga tengah mengembangkan pola baru tanam tumpangsari jagung kedelai dan padi kedelai dengan populasi rapat.

Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Maman Suherman mengatakan, berdasarkan data Angka Ramalan (ARAM) I BPS-KEMENTAN 2018 produksi kedelai nasinoal mencapai 982.598 ton Biji Kering (BK) atau naik sebesar 443.870 ton BK (82,39%) dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017 sebesar 538.728 ton BK.

“Kualitas produksi kedelai nasional lebih unggul dibanding kedelai impor karena kedelai nasional adalah kedelai hayati non GMO yang memiliki rasa lebih gurih, sehat, dan renyah,” kata Maman dalam keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Kamis (27/9).

Keunggulan kedelai nasional terlihat dengan adanya kenaikan kurs dolar, karena harga kedelai nasional menjadi lebih murah dan kompetitif.

“Belajar dari kejadian saat ini bahan pangan impor tergantung fluktuasi nilai kurs dolar terhadap rupiah, maka penguatan produksi pangan nasional harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Saat ini, kata Maman, produksi kedelai tersebut sudah didukung dengan sistem produksi benih kedelai yang menjamin ketersediaan benih berkualitas (hasil panen kedelai disertifikasi menjadi benih).

“Peningkatan produktivitas kedelai juga didukung oleh pengendalian OPT melalui praktek budidaya tanaman sehat diikuti dengan penanganan pascapanen,” ujarnya.

Maman menjelaskan, Kementan menargetkan swasembada untuk komoditi kedelai pada 2020. Untuk itu, sebagai langkah awal pihaknya tengah melakukan penambahan areal tanam sejak Oktober–Desember 2017.

Ia menambahkan, data luas tanam Oktober 2017-Agustus 2018 sebesar 747.863 ha lebih besar dibandingkan luas tanam Oktober 2016-Agustus 2017 sebesar 343.469 ha, sehingga terjadi surplus 403.394 ha (117,74%) atau setara dengan 583.945 ton BK. “Berdasarkan prakiraan tersebut diatas produksi kedelai sampai dengan subround II  adalah sebesar 1,09 juta ton BK, “ jelas Maman

Seluruh tambahan luas lahan itu berasal dari 20 provinsi. Adapun keduapuluh provinsi tersebut meliputi Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah,  Banten, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Gorontalo. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close