Setelah Hampir Seperempat Abad di Indonesia, Akhirnya Pepsi Ucapkan Sayonara

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Minumana bersoda, Pepsi yang selama ini jadi salah satu minuman favorit di Indonesia, terutama di sejumlah restoran cepat saji, sebentar lagi akan hilang dari pasaran.

Pasalnya, PepsiCo, sebagai perusahaan pemilik merk Pepsi mengumumkan akan mengakhiri keberadaan minuman tersebut di Indonesia mulai 10 Oktober, setelah selama hampir seperempat abad mengisi rak-rak toko ritel di Indonesia.

Lewat rilis yang dikirimkan ke media, Juru bicara PepsiCo mengatakan PepsiCo dan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM), anak usaha Indofood Group, secara resmi pada 10 Oktober 2019 mengakhiri kerja sama distribusi semua produk PepsiCo.

“AIBM tidak akan lagi memproduksi, menjual, atau mendistribusikan minuman untuk PepsiCo di Indonesia. AIBM dan PepsiCo telah memberi tahu pelanggan dan karyawan kami tentang kebijakan ini,” kata juru bicara PepsiCo dalam rilisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (3/10).

Dengan berakhirnya kerjasasama tersebut, maka seluruh produk PepsiCo seperti Pepsi, Mirinda, 7Up dan Mountain Dew, tidak lagi akan beredar di Indonesia.

Tidak dijelaskan alasan kenapa perusahaan yang berkantor pusat di New York tersebut hengkang dari Indonesia, setelah pada 1995 mulai masuk Indonesia lewat kerjasama dengan Gapura Usahatama, salah satu anak usaha Salim Group.

Dalam beberapa bulan terakhir, Pepsi memang mulai terlihat hilang dari pasaran. Di beberapa supermarket dan Hypermarket, Pepsi dan produk PepsiCo lainnya sudah tidak terpanjang lagi di rak-raknya.

Hal yang sama juga terjadi di restoran cepat saji yang selama ini menyediakan Pepsi sebagai minuman bersoda resminya, seperti di restoran KFC dan Pizza Hut. Di kedua restoran cepat saji tersebut, walau masih menggunakan logi Pepsi di gelasnya, namun isinya sudah bukan lagi Pepsi.

KFC Indonesia telah memastikan lewat akun twitternya bahwa tidak lagi menyediakan Pepsi di restorannya, dan akan mengumumkan dalam waktu dekat minuman pengganti dari pesaing Coca Cola tersebut.

“Banyak yang bertanya bagaimana pasokan soft drink di outlet kami setelah rekan kami – Pepsi – akan hengkang dari Indonesia. Tunggu konfirmasi dari kami, ya. Yang pasti kami akan tetap menyediakan soft drink sebagai teman makan kalian,” tulis KFC Indonesia lewat akun @KFCINDONESIA, Kamis (3/10).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi