Pemerintah Gencar Rayu Pengusaha Mebel China Pindahkan Pabrik ke Indonesia

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Indonesia saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan pendekatan ke pengusaha mebel dari China dan merayu para pengusaha tersebut merelokasi pabriknya ke Indonesia.

Hal ini dilakukan pemerintah memanfaatkan momentum perang dagang antara China dengan Amerika Serikat (AS), dimana produk dari China dikenakan tarif tinggi jika masuk ke negara Paman Sam.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan pendekatan ke pengusaha China ini dilakukan bersama dengan Kementerian Perindustrian.

“Kami bolak-balik terus ke kota di China, di Kota Dong Huan. Itu adalah sentra industri mebel di China. Lagi gencar melobi pemilik pabrik mebel,” kata Lembong di kantor BKPM, di Jakarta, Selasa (30/7).

Tidak hanya ke pengusaha asal China, kata mantan Menteri Perdagangan ini, pendekatan juga dilakukan ke pengusaha Taiwan yang memiliki pabrik di China.

Selain memanfaatkan momentum perang dagang AS dan China, menurut Lembong, struktur ekonomi di China saat ini sudah tidak kondusif untuk industri padat karya.

“Ini evolusi struktur ekonomi China yang memaksa mereka melepas atau mengembalikan pabrik padat karya yang 20-25 tahun lalu direbut dari Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia dan Indonesia,” ujar Thomas Lembong.

Namun, Thomas Lembong mengakui bahwa tidak mudah merayu agar pengusaha China memindahkan pabriknya ke Indonesia, karena harus bersaing dengan negara-negara lain yang juga tak kalah menarik seperti India.

“Ya memang kami menghadapi persaingan yang sengit untuk bisa menggarap relokasi pabrik China,” tukasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo dan Ratu Adil

Orang-orang besar selalu hidup dengan gagasan besar. Dalam melihat kebesaran Prabowo, tentu saja kita bisa mengamati beberapa pikiran, sikap dan langkahnya beberapa waktu terakhir ini. Diantaranya adalah pertama, Anti Impor.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close