Pegadaian Rangkul Pengusaha-Masyarakat Jadi Agen

0
50
kantor pegadaian
Kantor pusat PT Pegadaian. (fot: istimewa)

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VII Bali-Nusra merangkul dan bekerja sama dengan para pengusaha dan masyarakat umum yang ingin ikut menjadi agen perusahaan milik negara ini.

“Program layanan yang sesuai dengan teknologi saat ini dan sesuai anggaran kerja dan anggaran perusahaan tahun 2018, sehingga kami membuat kerja sama dengan pengusaha dan golongan masyarakat yang ingin menjadi agen Pegadaian,” kata Deputi Bisnis Area Denpasar Sucahya P Laksana, di Denpasar, Senin (18/12).

Dalam pelaksanaannya, katanya, nanti ada aplikasi sehingga sistem ini dapat digunakan oleh agen Pegadaian untuk terlibat dalam penjualan, promosi, pemasaran, atau program pembayaran untuk produk Pegadaian.

Dalam jaringan distribusi pembentukan agen Pegadaian ini akan dibagi menjadi tiga jenis, yakni agen pemasaran, agen pembayaran, dan agen gadai.

“Yang bisa menjadi agen ini bisa dari pengusaha dan masyarakat secara perorangan dengan berbagai syarat,” katanya.

Syarat menjadi agen Pegadaian ini, di antaranya harus mempunyai toko atau warung atau rumah yang dapat dijadikan tempat transaksi. Kemudian, ada syarat administrasi untuk melakukan pendaftaran melalui “online” milik Pegadaian.

Sucahya menerangkan, percontohan agen pemasaran sudah dibuka pada Oktober 2017, dengan satu Kantor Cabang dan Unit Pelayanan Cabang Pegadaian harus memiliki satu agen.

“Hingga November 2017 lalu, kami sudah memiliki kurang lebih 100 agen yang tersebar di berbagai cabang Pegadaian,” katanya.

Namun, pihaknya meyakini hingga akhir Desember 2017, akan mencapai target jumlah agen pemasaran mencapai 146 unit yang terdapat di seluruh Kantor Cabang dan Unit Pelayanan Cabang Pegadaian di Bali.

Sedangkan percontohan agen pembayaran dan agen gadai akan mulai diperkenalkan Kantor Cabang Denpasar, Kantor Cabang Singaraja Kabupaten Buleleng, dan Kantor Cabang Negara Kabupaten Jembrana dimulai awal Tahun 2018.

“Targetnya nanti setiap kantor cabang memiliki minimal satu agen pembayaran dan agen gadai. Namun, kami juga melihat bagaimana kondisi kantor cabang di berbagai wilayah dan kompetensinya. Artinya kalau di daerah itu tidak ada kegiatan industri masyarakat, maka cukup agen pemasaran saja yang dikembangkan,” ujarnya.

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....