Pegadaian Rangkul Pengusaha-Masyarakat Jadi Agen

0
134
kantor pegadaian
Kantor pusat PT Pegadaian. (fot: istimewa)

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VII Bali-Nusra merangkul dan bekerja sama dengan para pengusaha dan masyarakat umum yang ingin ikut menjadi agen perusahaan milik negara ini.

“Program layanan yang sesuai dengan teknologi saat ini dan sesuai anggaran kerja dan anggaran perusahaan tahun 2018, sehingga kami membuat kerja sama dengan pengusaha dan golongan masyarakat yang ingin menjadi agen Pegadaian,” kata Deputi Bisnis Area Denpasar Sucahya P Laksana, di Denpasar, Senin (18/12).

Dalam pelaksanaannya, katanya, nanti ada aplikasi sehingga sistem ini dapat digunakan oleh agen Pegadaian untuk terlibat dalam penjualan, promosi, pemasaran, atau program pembayaran untuk produk Pegadaian.

Dalam jaringan distribusi pembentukan agen Pegadaian ini akan dibagi menjadi tiga jenis, yakni agen pemasaran, agen pembayaran, dan agen gadai.

“Yang bisa menjadi agen ini bisa dari pengusaha dan masyarakat secara perorangan dengan berbagai syarat,” katanya.

Syarat menjadi agen Pegadaian ini, di antaranya harus mempunyai toko atau warung atau rumah yang dapat dijadikan tempat transaksi. Kemudian, ada syarat administrasi untuk melakukan pendaftaran melalui “online” milik Pegadaian.

Sucahya menerangkan, percontohan agen pemasaran sudah dibuka pada Oktober 2017, dengan satu Kantor Cabang dan Unit Pelayanan Cabang Pegadaian harus memiliki satu agen.

“Hingga November 2017 lalu, kami sudah memiliki kurang lebih 100 agen yang tersebar di berbagai cabang Pegadaian,” katanya.

Namun, pihaknya meyakini hingga akhir Desember 2017, akan mencapai target jumlah agen pemasaran mencapai 146 unit yang terdapat di seluruh Kantor Cabang dan Unit Pelayanan Cabang Pegadaian di Bali.

Sedangkan percontohan agen pembayaran dan agen gadai akan mulai diperkenalkan Kantor Cabang Denpasar, Kantor Cabang Singaraja Kabupaten Buleleng, dan Kantor Cabang Negara Kabupaten Jembrana dimulai awal Tahun 2018.

“Targetnya nanti setiap kantor cabang memiliki minimal satu agen pembayaran dan agen gadai. Namun, kami juga melihat bagaimana kondisi kantor cabang di berbagai wilayah dan kompetensinya. Artinya kalau di daerah itu tidak ada kegiatan industri masyarakat, maka cukup agen pemasaran saja yang dikembangkan,” ujarnya.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
bambang soesatyo

DPR Minta Kemenag Beri Penjelasan Terkait Rekomendasi 200 Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama menjelaskan terkait kebijakan mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubaligh, agar tidak terjadi keresahan di...
operasi pasar

Bulog Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, mempersiapkan operasi pasar (OP) sebagai antisipasi lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan pusat...

Fitriani Gagal Rebut Angka Pertama Piala Uber Lawan Malaysia

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Pemain Indonesia Fitriani gagal meraih angka pertama bagi tim putri Indonesia, setelah menyerah kepada Soniia Cheah dari Malaysia 21-10, 17-21, 14-21...
tenaga kerja asing

Terkait Serbuan TKA, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Senin (21/5), setelah salah...

Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi...