Lindungi Pasar Tradisional, Pemkot Madiun Tangguhkan Izin Pendirian Toko Modern

MADIUN, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, menangguhkan izin operasional sejumlah toko modern guna melindungi keberlangsungan ekonomi tradisional milik warga kota setempat.

“Izin operasional toko modern yang masuk selama enam bulan terakhir ini kami tangguhkan. Tujuannya kami ingin menguatkan ekonomi produktif masyarakat dan pasar tradisional,” ujar Sekretariis Daerah Kota Madiun Maidi, Sabtu.

Menurut dia, pemkot tidak ingin usaha toko modern seperti toko swalayan atau “minimarket” yang diperbolehkan masuk dan beroperasi nantinya malah akan mematikan usaha warga yang lebih dulu ada.

Untuk itu, keberadaan toko modern harus dibatasi agar tidak mengurangi pendapatan atau mengganggu usaha yang sedang berjalan. Di samping itu, keberadaan toko modern di Kota Madiun saat ini sudah cukup banyak.

Sesuai data yang ada, jumlah toko modern yang mengajukan izin operasional di Kota Madiun mencapai 56 unit. Dengan jumlah tersebut, bila izin toko modern baru diloloskan maka dikhawatirkan toko-toko semacam itu akan berjubel di Kota Madiun.

Alasan lain dari penangguhan izin tersebut adalah soal keindahan tampilan kota. Dengan demikian semuanya perlu dikaji dulu demi keindahan tata Kota Madiun.

Maidi menambahkan, tujuan lain dalam menangguhkan izin operasional toko modern tersebut adalah untuk menguatkan ekonomi produktif masyarakat dengan melakukan revitalisasi sejumlah pasar tadisional yang ada di Kota Madiun, agar keberadaannya tidak kalah dengan toko modern.

Adapun, tiga pasar tradisional yang sudah direnovasi antara lain, Pasar Sepur di Jalan Pahlawan, Pasar Manguharjo di Jalan Urip Sumoharjo, dan bekas pasar burung di Jalan Panglima Sudirman Madiun.

Selain ketiga pasar tersebut, Kota Madiun masih memiliki cukup banyak pasar rakyat dan tradisional lainnya. Di antaranya, Pasar Besar Madiun, Pasar Sleko, Pasar Sri Jaya, Pasar Kawak dan lainnya.

Pasar-pasar tersebut secara umum kondisinya masih bagus dan menjadi pusat perekonomian warga setempat yang dapat tergerus aktivitasnya jika toko modern terlalu banyak. (Ant/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close