Kementan Keluarkan Tiga Syarat Ekspor Sarang Walet ke Tiongkok

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian mengingatkan para pengusaha sarang walet untuk memenuhi tiga syarat utama agar komoditasnya bisa diekspor ke Tiongkok.

Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (2/3), menyatakan ketiga syarat tersebut adalah ketelusuran (traceability); bersih dengan kandungan nitrit <30 ppm; dan telah diproses pemanasan 70 derajat Celcius selama 3,5 detik.

“Diperlukan komitmen yang kuat untuk memenuhi persyaratan yang diminta pihak Tiongkok,” kata Banun saat menghadiri Musyawarah Nasional Perkumpulan Perusahaan Sarang Burung Indonesia (PPSBI).

Banun mengatakan persyaratan yang diminta pihak Tiongkok cukup ketat. Oleh karena itu, Badan Karantina bertanggung jawab untuk menjamin pelaku usaha memenuhi ketiga persyaratan utama tersebut.

Pada 2015 sarang burung walet Indonesia sudah bisa diekspor langsung ke Tiongkok, sedangkan sebelumnya harus lewat negara ketiga, salah satunya Hongkong.

Perjuangan untuk dapat ekspor langsung ke Tiongkok membutuhkan waktu yang cukup lama. Pada April 2012 telah ditandatangani Protokol Persyaratan Higenitas, Karantina dan Pemeriksaan untuk Importasi Produk Sarang Burung Walet dari Indonesia ke Tiongkok, antara Kementerian Pertanian Indonesia dan Administrasi Umum Pengawasan Mutu, Inspeksi dan Karantina Tiongkok.

“Perlu waktu tiga tahun setelah penandatanganan protokol baru Indonesia dapat melakukan ekspor langsung sarang burung walet ke Tiongkok,” kata Banun.

Ia menambahkan pengusaha sarang walet perlu memerhatikan mutu produk sehingga tidak kalah bersaing dengan negara tetangga yang juga memproduksi sarang walet, seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Ekspor sarang burung walet Indonesia, terutama ke Tiongkok menunjukan gejala meningkat, tahun 2016 ekspor sarang burung walet Indonesia mencapai 23 ton dari tujuh perusahaan terdaftar, kemudian pada 2017 mencapai 52 ton dari delapan perusahaan terdaftar.

Sampai 2017, sarang walet Indonesia menguasai sekitar 70 persen pasar Tiongkok bila dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand. Pada Januari 2018, ada tujuh perusahaan dari delapan perusahaan terdaftar melakukan ekspor sarang burung walet ke Tiongkok dengan volume mencapai empat ton lebih.

Dengan kecenderungan peningkatan permintaan ekspor ini, Badan Karantina pun segera menyusun kebijakan teknis Tentang Pemanasan Sarang Walet Ekspor ke Tiongkok agar dapat menyesuaikan metode pemanasan sesuai dengan persyaratan yang diminta. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi