Ikappi: Pemerintah Harus Lindungi Pasar Tradisional

0
221
Pasar tradisonal
Pasar tradisonal (ilustrasi)

PANGKALPINANG, SERUJI.CO.ID – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Cabang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap pemerintah melindungi pasar tradisional dari retail modern melalui regulasi yang jelas.

“Melihat menjamurnya retail modern saat ini pemerintah harus membuat regulasi agar tidak merugikan pedagang tradisional. Keberadaan retail modern harus sesuai zonasi yang mengatur, tidak ada di tengah kota atau perkampungan, namun harus berada di pinggiran kota,” ujar Ketua Ikappi Babel, Hangga Oktafandy di Pangkalpinang, Kamis (26/10).

Menurut dia, kehadiran retail modern akan memberikan dampak buruk bagi daerah karena akan melemahkan perekonomian masyarakat.

“Keuntungan retail pasti dibawa keluar daerah, berbeda halnya dengan pedagang tradisional. Wajar saja kalau retail modern diistilahkan sebagai penghisap darah. Perekonomian akan menurun kalau retail modern ini menjamur,” katanya.

Hangga menilai retail modern menjadi ancaman besar bagi pasar tradisional.

“Perputaran uang tidak akan ada di daerah karena uang akan dibawa keluar. Kita minta pemerintah daerah mengevaluasi kehadirannya di Babel ini,” ujarnya.

Selain menetapkan zonasi, menurut dia, pemerintah juga harus meminimalisasi jenis mata dagangan.

“Jarak antara ritel modern dengan pasar tradisional harusnya benar-benar sesuai dengan aturan minimal lima kilometer dan jenis mata dagang juga harus diatur. Sekarang retail modern juga sudah menjual sayur, sembako, bahkan pulsa dan tiket pesawat. Ditambah lagi jam operasional mereka 24 jam, sementara pedagang tradisional maksimal hanya selama jam,” ujarnya.

Hangga menyatakan Ikappi siap berhadapan dengan retail modern tapi masih butuh waktu dan berbenah.

“Pasar tradisional punya segmen sendiri untuk bertahan, namun jangan sampai dikacaukan dengan menjamurnya retail modern yang kuat bersaing secara finansial,” katanya.

Ia sangat mengharapkan ada regulasi untuk perlindungan pasar tradisional secara detail.

“Pemerintah harus sadar bahwa tingkat keresahan ini sudah kian memuncak. Karenanya penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan sistem pengawasan atas berdirinya ritel modern,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...