Harga Minyak Melonjak Didukung Rencana OPEC dan Harapan Perang Dagang AS-China


NEW YORK, SERUJI.CO.ID – Harga minyak melonjak pada akhir penutupan Jumat (Sabtu pagi WIB). Naiknya harga setelah OPEC merinci secara spesifik kegiatan pemangkasan produksi untuk mengurangi pasokan dunia, dan sinyal kemajuan dalam menyelesaikan perang perdagangan antara Amerika Serikat dengan China.

Kenaikan harga minyak juga ditopang penurunan jumlah rig AS, yang mengurangi beberapa kekhawatiran atas kelebihan pasokan global. Jumlah rig AS turun 25 rig dari minggu lalu menjadi 1.050 rig, menurut data yang dirilis oleh perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes pada Jumat (18/1).

Harga minyak naik sekitar 4,0 persen minggu ini, membukukan kenaikan minggu ketiga berturut-turut.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, menambahkan 1,73 dolar AS menjadi menetap pada 53,80 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret, naik 1,52 dolar AS menjadi ditutup pada 62,70 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Jumat (18/1) mengeluarkan daftar pengurangan produksi minyak oleh para anggotanya dan produsen utama lainnya selama enam bulan mulai 1 Januari, untuk meningkatkan kepercayaan dalam perjanjian pengurangan pasokan minyaknya.

“Ini akan mengirim sinyal ke pasar bahwa mereka serius,” kata analis di Price Futures Group di Chicago, Phil Flynn.

“Saya pikir mereka juga ingin menunjukkan bahwa mereka mungkin akan sangat patuh dengan angka-angka ini, terutama dari Arab Saudi,” imbuhnya.

Panel menteri OPEC dan non-OPEC juga meminta anggota dan sekutu organisasi, termasuk Rusia, untuk melipatgandakan upaya mereka dalam implementasi penuh dan tepat waktu dari langkah tersebut.

Kelompok produsen dan sekutunya sepakat pada Desember untuk kembali ke pengurangan produksi, sebesar 1,2 juta barel per hari, guna mendukung harga minyak dan memerangi kelebihan pasokan di tengah meningkatnya pasokan, terutama dari Amerika Serikat.

Laporan bulanan OPEC, pada Kamis (17/1) menunjukkan bahwa mereka telah membuat awal yang kuat pada Desember sebelum pakta tersebut berlaku, menerapkan penurunan produksi bulan ke bulan terbesar dalam hampir dua tahun.

Pasar juga didukung oleh tanda-tanda bahwa Washington dan Beijing mungkin akan segera menyelesaikan sengketa perdagangan mereka.

Bloomberg pada Jumat (18/1) melaporkan bahwa China menawarkan untuk melakukan pembelian besar-besaran atas barang-barang AS, yang dilihat para investor sebagai upaya untuk mendekatkan diri pada kesepakatan perdagangan dengan Washington.

Namun, beberapa tanda melemahnya permintaan dan melonjaknya produksi AS dapat membuat harga tetap terkendali.

Badan Energi Internasional (IEA), pada Jumat (18/1), mengatakan bahwa pertumbuhan produksi minyak AS dikombinasikan dengan ekonomi global yang melambat akan membuat harga minyak di bawah tekanan.

“Pada pertengahan tahun ini, produksi minyak mentah AS mungkin akan lebih dari kapasitas Arab Saudi atau Rusia,” kata IEA.

IEA mempertahankan estimasi pertumbuhan permintaan minyak tidak berubah dan mendekati level 2018 di 1,4 juta barel per hari. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

Soal Islam Nusantara

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close