Harga Minyak Amerika Turun Dipicu Ekspektasi Kenaikan Produksi

NEW YORK, SERUJI.CO.ID Harga minyak AS memperpanjang penurunannya pada akhir perdagangan Selasa (29/5) waktu setempat (Rabu pagi WIB), dipicu ekspektasi bahwa Arab Saudi dan Rusia dapat memproduksi lebih banyak minyak mentah untuk mengkompensasi potensi kekurangan pasokan.

Arab Saudi dan Rusia telah membahas peningkatan produksi minyak OPEC dan non-OPEC sebesar satu juta barel per hari (bph) untuk melawan potensi kekurangan pasokan dari Venezuela dan Iran, menurut CNBC.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dapat memutuskan pada Juni untuk meningkatkan produksi mereka guna menutupi pengurangan pasokan dari Venezuela dan Iran yang dilanda krisis, setelah AS memutuskan menarik diri dari kesepakatan pengendalian senjata nuklir, OPEC dan sumber industri minyak mengatakan.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan, pemangkasan produksi dapat dikurangi “dengan lembut” jika negara-negara OPEC dan non-OPEC melihat keseimbangan pasar minyak pada Juni, kantor berita Interfax melaporkan.

Beberapa analis mengatakan bahwa sanksi AS terhadap Iran bisa menghapus satu juta barel per hari minyak mentah Iran dari pasar, sementara yang lain mengatakan dampaknya akan terbatas menjadi kurang dari 500.000 barel per hari.

Sementara itu, produksi Venezuela turun menjadi sekitar 1,4 juta barel per hari, menurut sumber sekunder OPEC, karena krisis ekonominya meningkat dan PDVSA yang dikelola negara kesulitan untuk membayar utang dan dana operasi.

Kenaikan produksi minyak mentah AS juga membebani pasar. Jumlah rig yang beroperasi di ladang minyak AS naik 15 rig menjadi total 859 rig pada pekan lalu, mencatat tingkat tertinggi sejak Maret 2015, perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan dalam laporan mingguannya pada Jumat (25/5).

Pasar minyak AS ditutup pada Senin (28/5) untuk hari libur perayaan Memorial Day.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli, turun 1,15 dolar AS menjadi menetap di 66,73 dolar per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, bertambah 0,09 dolar AS menjadi ditutup pada 75,39 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER