Harga Beras di Purwokerto Terus Naik

PURWOKERTO, SERUJI.CO.ID – Harga beras di pasar tradisional Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus naik meskipun Bulog Subdivisi Regional Banyumas gencar menggelar operasi pasar terhadap komoditas tersebut.

Dari pantauan di Pasar Wage, Purwokerto, Kamis (4/1), harga beras kualitas medium I yang sebelumnya sebesar Rp11.000 per kilogram, saat sekarang naik menjadi Rp11.300/kg, sedangkan untuk kualitas medium II masih bertahan di kisaran Rp10.500/kg.

Sementara untuk beras kualitas super I dan II masih bertahan di kisaran Rp12.500/kg, sedangkan beras kualitas bawah II bertahan pada kisaran Rp8.500/kg, namun untuk kualitas bawah I turun dari Rp9.500/kg menjadi Rp9.300/kg.

Salah seorang pedagang beras, Novi mengatakan kenaikan harga beras berlangsung secara bertahap karena sebagian besar petani baru memasuki musim tanam sehingga pasokan berkurang.

“Beberapa hari menjelang tahun baru, harga beras kualitas medium I naik dari Rp10.500/kg menjadi Rp11.000/kg dan sekarang Rp11.300/kg, kualitas medium II naik dari Rp9.700/kg menjadi Rp10.500, kualitas super I naik Rp11.800/kg menjadi Rp12.500/kg, kualitas super II naik dari Rp11.800/kg menjadi Rp12.000/kg dan sekarang Rp12.500/kg, kualitas bawah II naik dari Rp8.000/kg menjadi Rp8.500/kg hingga sekarang, sedangkan kualitas bawah I naik dari kisaran Rp9.300/kg menjadi Rp9.500, namun sekarang turun lagi,” katanya.

Informasi yang dihimpun, kenaikan harga beras juga terjadi di Pasar Manis, Purwokerto, yakni kualitas medium I saat sekarang mencapai Rp11.500/kg, kualitas medium II sebesar Rp11.000/kg, kualitas super I dan II mencapai Rp12.300/kg, kualitas bawah I sebesar Rp9.500/kg, serta kualitas bawah II sebesar Rp8.500/kg.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bulog Subdivisi Banyumas Setio Wastono mengakui adanya kenaikan harga beras di Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Bahkan, harga beras di Purwokerto saat sekarang lebih tinggi dari kabupaten tetangga seperti Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Menurut dia, kenaikan harga beras itu disebabkan sebagian besar petani di wilayah Banyumas baru memasuki masa tanam dan hanya sebagian kecil yang panen seperti di daerah lereng Gunung Slamet.

“Oleh karena itu, kami ditugaskan untuk menggelar operasi pasar untuk menekan gejolak kenaikan harga beras. Operasi pasar ini diambilkan dari cadangan beras pemerintah dan dijual dengan harga Rp8.500/kg,” katanya.

Ia mengatakan operasi pasar itu akan terus digelar hingga harga beras dapat dikendalikan.

Menurut dia, pihaknya juga menggandeng pedagang dalam melaksanakan operasi pasar.

“Pedagang dapat memberi beras di Bulog dengan harga Rp8.000/kg dan akan diantar sampai tujuan. Pedagang boleh menjual beras itu dengan harga maksimum sebesar Rp9.000/kg,” katanya. (Ant/SU03)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Di Hari Kebangkitan Nasional Website Berisi Karya Denny JA Diluncurkan

Denny JA meluncurkan website 300 karyanya di website DENNY JA’s WORLD. Peluncuran webside ini bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional.

Pembunuhan Jurnalis: Selebriti Dunia Menuntut Pertanggungjawaban Pemerintah Israel

Lebih dari 100 selebriti dan artis mancanegara menuntut pertanggungjawaban pemerintah Israel terhadap pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh.

Bela UAS, Netizen Indonesia Banjiri Akun Medsos Pejabat Singapura

SERUJI.CO.ID - Akun media sosial Presiden Singapura Halimah Yacob...

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Sudah 2 Minggu Jari Kaki Terasa Kebas, Apa Sebabnya?

Mengapa jari kaki saya berasa kebas/baal sdh 2 minggu dan ga hilang kebasnya .. sy sdh minum obat neutotopik dan kaki saya jg spt ketarik dr mulai pinghul hingga ke tungkai

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Segarkan Wajah dengan A I U E O