BPS: Sekitar Seperempat Impor Nonmigas Dari China

0
57
APT 2017
Pertemuan Tatap Muka antara Pemimpin ASEAN Plus Three (APT), di Filipina, 14/11/2017. (Foto: Inquirer)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan China masih menjadi negara terbesar yang memasok barang ke RI saat ini, yaitu sekitar seperempat impor nonmigas berasal dari negara Tirai Bambu itu.

“Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-November 2017 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai 31,78 miliar dolar AS atau 26,46 persen,” kata Suhariyanto di Jakarta, Jumat (15/12).

Suhariyanto memaparkan negara pemasok barang impor nonmigas terbesar setelah China pada periode tersebut adalah Jepang sebesar 13,89 miliar dolar (11,56 persen), dan Thailand 8,44 miliar dolar (7,03 persen).

Jumlah kontribusi impor dari Tiongkok yang sekitar seperempat keseluruhan atau 26,46 persen itu bahkan lebih besar dari kontribusi impor nonmigas dari total kawasan ASEAN yaitu 20,37 persen, dan Uni Eropa 9,32 persen.

Sementara peningkatan impor nonmigas terbesar November 2017 dibanding bulan sebelumnya adalah golongan mesin dan pesawat mekanik, yang naik 378,5 juta dolar AS, dan penurunan terbesar adalah golongan serealia, yang turun sebesar 67,9 juta dolar AS.

Sedangkan dilihat dari golongan penggunaan barang, baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari-November 2017 meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu masing-masing 15,19 persen, 16,37 persen, dan 11,53 persen.

Sebelumnya, para pemimpin dan pebisnis dari negara anggota ASEAN Plus Three (ASEAN+3), yang terdiri atas 10 negara ASEAN ditambah Jepang, China, dan Korea Selatan, menyerukan untuk sistem perdagangan yang lebih terbuka.

Seruan itu disampaikan pada Pertemuan Tatap Muka antara Pemimpin ASEAN Plus Three (APT) dengan Dewan Bisnis Asia Timur (EABC) yang dipimpin Presiden Rodrigo Roa Duterte di Philippine International Convention Center (PICC), Selasa (14/11).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Duterte menyebutkan bahwa perdagangan terbuka dan bebas diperlukan untuk mengintegrasikan ekonomi negara-negara di Asia Timur dan menarik mitra dari kawasan lain di dunia.

“Sangat penting untuk memiliki mitra bisnis regional bersama kami saat kami bekerja sama dalam mendorong realisasi Komunitas Asia Timur yang lebih besar dan progresif,” kata Presiden Duterte.

Menanggapi hal itu, para pemimpin negara ASEAN lain dan pemimpin China, Jepang, dan Korea Selatan pun menyatakan dukungannya terhadap visi Komunitas Ekonomi Asia Timur tersebut.

Pertemuan antara pemimpin ASEAN Plus Three dan EABC itu juga fokus membahas upaya-upaya untuk membuat bisnis berkembang di bawah Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP).

Para pemimpin dan pebisnis negara ASEAN Plus Three memandang bergabung dalam RCEP sebagai langkah logis berikutnya dalam integrasi regional ASEAN untuk memperkuat kawasan Asia Tenggara sebagai pusat perdagangan global. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
tewas

Diduga Hirup Asap Pembakaran Ban Bekas, 7 Penambang Emas Tewas

LOMBOK, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya tujuh penambang emas tewas diduga akibat menghirup asap pembakaran ban bekas yang masuk ke dalam lubang tambang di Desa Buwun Mas,...
Angin puting beliung

Enam Daerah di Aceh Diterjang Puting Beliung

ACEH, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung melanda enam daerah yang mengakibatkan masyarakat setempat mengalami...
Kecelakaan

Diduga Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Melompat ke Rawa

LHOKSUKON, SERUJI.CO.ID - Sebuah mobil jenis double cabin merek Nissan Navara melompat ke rawa, di pinggir Jalan Trans Sumatera Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Alue...

Laga Rusia Kontra Mesir Dinantikan Penggemar di Moskow

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Sejumlah penggemar sepak bola dari beberapa negara yang berada di Moskow menantikan laga antara tuan rumah Rusia melawan Mesir yang akan diselenggarakan...
becak-becak

Yogyakarta Kaji Tiga Desain Becak Alternatif

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan kajian desain becak alternatif dengan menyiapkan tiga tipe becak yang terdiri dari dua becak ramah lingkungan dan satu...